Kompas.com - 02/01/2021, 18:05 WIB

Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, di antaranya:

  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Gagal jantung, detak jantung tidak teratur, dan serangan jantung
  • Diabetes tipe 2
  • Depresi
  • Memburuknya attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), yakni kondisi sulit memusatkan perhatian serta menunjukkan perilaku hiperaktif dan impulsif
  • Sakit kepala

Seperti diketahui, seseorang dengan sleep apnea yang tidak diobati bisa mengalami kondisi berhenti bernapas berulang kali selama tidur, terkadang sampai ratusan kali. Ini berarti otak dan bagian tubuh lainnya mungkin tidak mendapatkan cukup oksigen sehingga dapat menimbulkan sejumlah masalah.

Lebih lanjut, sleep apnea yang tidak diobati mungkin dapat menyebabkan kinerja yang buruk dalam aktivitas sehari-hari, seperti di tempat kerja dan sekolah, kecelakaan kendaraan bermotor, dan prestasi akademik yang rendah pada anak-anak dan remaja.

Baca juga: 10 Makanan untuk Mengatasi Sulit Tidur

 

Gejala sleep apnea

Melansir Mayo Clinic, gejala obstructive sleep apnea dan central sleep apnea cenderung tumpang tindih, sehingga terkadang sulit untuk menentukan jenis apnea yang dialami seseorang.

Tanda dan gejala obstructive sleep apnea dan central sleep apnea yang paling umum meliputi:

  1. Mendengkur keras
  2. Episode di mana penderita berhenti bernapas saat tidur yang akan dilaporkan oleh orang lain
  3. Terengah-engah saat tidur
  4. Bangun dengan mulut kering
  5. Sakit kepala pagi atau saat bangun tidur
  6. Kesulitan untuk tetap tidur (insomnia)
  7. Kantuk di siang hari yang berlebihan (hipersomnia)
  8. Kesulitan untuk fokus atau konsentrasi
  9. Sifat lekas marah

Mendengkur keras dapat mengindikasikan masalah yang berpotensi serius, tetapi tidak semua orang yang menderita sleep apnea mendengkur.

Baca juga: 10 Dampak Buruk Kurang Tidur yang Perlu Diwaspadai

Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda atau gejala sleep apnea di atas.

Tanyakan kepada dokter tentang masalah tidur yang membuat Anda lelah, mengantuk, dan mudah tersinggung.

Dokter mungkin memiliki beberapa saran yang disesuaikan dengan situasi spesifik Anda atau mereka mungkin merekomendasikan Anda ke dokter spesialis tidur atau seorang sleep physician.

Spesialis tidur dapat melakukan studi tidur atau polisomnogram untuk membantu mendiagnosis sleep apnea.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.