Kompas.com - 20/01/2021, 10:00 WIB
Ilustrasi sel darah merah normal dan anemia atau kekurangan sel darah merah. SHUTTERSTOCK/solar22Ilustrasi sel darah merah normal dan anemia atau kekurangan sel darah merah.

Penyerapan zat besi yang buruk sering terjadi setelah tindakan operasi area gastrointestinal.

Saat Anda mengonsumsi makanan kayak zat besi, sebagian besar zat besi diserap di usus kecil bagian atas.

Apabila terjadi kelainan pada saluran gastrointestinal mungkin akan mengubah penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia defisiensi besi.

4. Kehilangan darah 

Kondisi kehilangan darah bisa menyebabkan penurunan zat besi.

Penyebab kehilangan darah bisa beraneka ragam seperti menstruasi, cedera, atau pendarahan area gastrointestinal.

Cara mengetahui apakah anak menderita anemia difisiensi besi

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah anak menderita anemia defisiensi besi adalah melalui tes darah dan berkonsultasi dengan dokter.

Tes darah secara periodik diperlukan agar anak bisa mendapatkan screening darah secara memadai.

Screening secara rutin dilakukan karena anemia sering terjadi pada anak-anak dan sering kali tidak bergejala.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Bahaya Anemia

The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan screening anemia dengan tes darah hemoglobin dimulai dari bayi usia 9-12 bulan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X