Kompas.com - 27/01/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi glaukoma ThinkstockIlustrasi glaukoma

3. Agonis alfa

Obat glaukoma jenis agonis alfa contohnya Alphagan P (Brimonidine) dan Iopidine (Apraclonidine).

Obat ini bekerja dengan menurunkan produksi cairan dan meningkatkan drainase cairan di mata.

Obat tetes mata Alphagan biasanya memiliki pengawet purit yang bisa terurai menjadi komponen air mata alami dan lebih mudah ditoleransi orang dengan masalah alergi pada bahan pengawet obat tetes mata.

Kemungkinan efek samping obat ini di antaranya mata panas, tekanan darah meningkat, kelelahan, sakit kepala, mengantuk, denyut jantung tidak teratur, dan mulut kering.

4. Penghambat anhidrase karbonat

Obat mata glaukoma ini bekerja dengan mengurangi tekanan mata lewat mengurangi produksi cairan intraokular.

Efek samping obat yang jarang digunakan ini antara lain mata perih, rasa pahit di mulut, dan pandangan kabur.

Contoh jenis obat yang mengandung penghambat anhidrase karbonat antara lain obat tetes mata Trusopt (Dorzolamide), Azopt (Brinzolamide), serta pil Diamox (Acetazolamide) dan Neptazane (Methazolamide).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 13 Penyebab Mata Berair dan Cara Mengobatinya

5. Penghambat Rho khinase

Obat glaukoma jenis baru ini jamak digunakan sejak 2018 lalu. Contoh obat yang mengandung penghambat Rho khinase yakni Rhopressa (Netarsudil).

Cara kerja obat ini merangsang drainase cairan intraokular.

6. Agen kolinergik

Obat glaukoma ini relatif jarang diresepkan. Agen kolinergik bekerja dengan merangsang mata untuk memproduksi cairan lebih banyak. Obat ini juga membantu mata mengeluarkan lebih banyak cairan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.