Kompas.com - 29/01/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi nasi dikukus. Dok. Shutterstock/kazokaIlustrasi nasi dikukus.

Sedangkan ada lima penelitian lain, yang juga dimuat di National Center for Biotechnology Information, mendapatkan data bahwa konsumsi nasi putih berkaitan erat dengan penurunan risiko penambahan berat badan, terutama di negara-negara yang menjadi nasi sebagai makanan pokok.

Baca juga: Nasi atau Roti, Mana yang Lebih Sehat?

Sebuah penelitian pada beberapa wanita yang mengalami obesitas menunjukkan bahwa diet penurunan berat badan menggunakan konsumsi nasi menunjukkan terjadinya penurunan berat badan.

Kelompok wanita yang diet menggunakan kombinasi nasi hitam dan nasi coklat selama enam minggu berhasil menurunkan berat badan sebanyak 6,7 kg.

Sedangkan kelompok wanita yang diet dengan nasi putih dengan durasi waktu yang sama hanya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 5,4 kg.

Dari beberapa penelitian tersebut, beras merah secara konsisten menunjukkan bahwa nasi merah lebih bergizi daripada nasi putih. Akan tetapi nasi merah dan nasi putih masih bisa dijadikan bagian dari diet penurunan berat badan.

Seperti kebanyakan nutrisi, kunci utamanya adalah porsi/dosis konsumsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Itu karena tidak ada kandungan nasi yang secara spesifik memberi efek kenaikan berat badan. Masalahnya ada di ukuran porsi dan kualitas diet yang Anda jalankan.

Dua penelitian di National Center for Biotechnology Information menunjukkan bahwa menyajikan makanan di wadah yang lebih besar cenderung meningkatkan konsumsi makanan atau minuman seseorang, terlepas dari apa yang disajikan.

Hal tersebut berkaitan dengan persepsi ukuran porsi makan. Menyajikan porsi besar di piring besar terbukti dapat membuat orang tidak sadar meningkatkan asupan kalori secara signifikan.

Karena tidak sadar bahwa sudah makan porsi besar, rata-rata orang tidak mengurangi/mengimbangi dengan makan lebih sedikit di waktu makan berikutnya.

Baca juga: Sumber Karbohidrat Selain Nasi dari Pangan Lokal

Empat penelitian mengenai porsi makan dan wadahnya ini dimuat di National Center for Biotechnology Information.

Keempat penelitian tersebut sepakat bahwa mengecilkan ukuran wadah makan seseorang adalah cara efektif mengurangi asupan kalori, berat badan, dan kadar gula darah.

Kuncinya ada di porsi makan. Hampir semua makanan bisa menyebabkan penambahan berat badan jika dimakan berlebihan.

Oleh sebab itu cara paling efektifnya adalah mengurangi/menjaga porsi makan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan wadah makan yang lebih kecil.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X