Kompas.com - 29/01/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi nasi dikukus. Dok. Shutterstock/kazokaIlustrasi nasi dikukus.

KOMPAS.com - Nasi dan obesitas adalah dua hal yang sering dikaitkan. Banyak orang beranggapan bahwa konsumsi nasi merupakan salah satu penyebab utama obesitas.

Asumsi tersebut muncul karena nasi adalah makanan tinggi karbohidrat. Pada beberapa penelitian, konsumsi karbohidrat olah dikaitkan degan obesitas dan penyakit kronis.

Akan tetapi kabar baiknya, negara dengan konsumsi beras tinggi memiliki tingkat penyakit yang rendah dibandingkan negara dengan konsumsi beras rendah.

Baca juga: 5 Manfaat Kesehatan Konsumsi Nasi

Amerika Serikat, negara dengan konsumsi beras rendah, sedang menghadapi obesitas. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), 39,8 persen orang di Amerika Serikat mengalami obesitas.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya ada 4,3 persen orang di negara Jepang yang mengalami obesitas. Padahal Jepang termasuk negara dengan konsumsi beras tinggi.

Dua penelitian yang diterbitkan Nutrition Journal BioMed Central dan National Center for Biotechnology Information menemukan satu kesamaan mengenai beras merah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua penelitian tersebut menyatakan bahwa orang yang makan biji-bijian, seperti beras merah, berulang kali terbukti memiliki berat badan lebih rendah daripada yang tidak.

Konsumsi nasi merah jauh lebih disarankan daripada konsumsi nasi putih. Ini disebabkan beberapa penelitian terhadap nasi putih menghasilkan data yang tidak konsisten.

Tiga penelitian yang saling berbeda dan diterbitkan di National Center for Biotechnology Information menyatakan bahwa pola makan yang tinggi terhadap nasi putih berkaitan erat dengan penambahan berat badan dan obesitas.

Padahal dua penelitian lain yang berbeda dari 3 penelitian sebelumnya dan juga diterbitkan di National Center for Biotechnology Information menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan antara nasi putih dengan penambahan berat badan atau obesitas.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Babesiosis
Babesiosis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Health
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Penyakit
Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.