Kompas.com - 01/02/2021, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Batu empedu adalah endapan cairan pencernaan yang mengeras dan dapat terbentuk di kantong empedu.

Kantung empedu adalah organ kecil berbentuk buah pir di sisi kanan perut, tepat di bawah hati.

Kantung empedu menampung cairan pencernaan yang disebut empedu yang dilepaskan ke usus kecil.

Batu empedu memiliki ukuran yang beragam, mulai dari butiran pasir hingga sebesar bola golf.

Terbentuknya batu empedu bisa mengakibatkan penyumbatan dan memicu gejala berikut:

  • Nyeri tiba-tiba di bagian kanan atas perut
  • Nyeri yang tiba-tiba dan cepat meningkat di bagian tengah perut, tepat di bawah tulang dada
  • Nyeri punggung di antara tulang belikat
  • Sakit di bahu kanan
  • Mual atau muntah.

Baca juga: Tanda Awal Serangan Jantung yang Kerap Tak Disadari

Dalam jangka panjang, batu empedu bisa memicu berbagai kolesistitis akut.

Ketika batu empedu menyumbat saluran tempat empedu bergerak dari kantong empedu, hal itu dapat menyebabkan peradangan dan infeksi di kantong empedu.

Kondisi ini dikenal sebagai kolesistitis akut yang termasuk dalam keadaan darurat medis.

Gejala yang terkait dengan kolesistitis akut meliputi:

  • nyeri hebat di perut bagian atas atau punggung kanan tengah
  • demam
  • panas dingin
  • kehilangan nafsu makan
  • mual dan muntah.

Segera temui dokter jika gejala ini berlangsung lebih dari 1 hingga 2 jam atau memicu demam.

Selain itu, terbentuknya batu empedu juga bisa menyebabkan penyakit kuning, kolesistitis atau infeksi kandung empedu, kolangitis atau infeksi saluran empedu, sepsis, infeksi darah
radang pankreas, dan kanker kandung empedu.

Apa penyebab terbentuknya batu empedu?

Menurut Harvard Health Publications, 80 persen batu empedu terbuat dari kolesterol dan 20 persen lainnya terbuat dari garam kalsium dan bilirubin.

Sayangnya, belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab terbentuknya batu empedu.

Namun, para ahli menduga batu empedu terbentuk karena hal berikut:

1. Terlalu banyak kolesterol di empedu

Memiliki terlalu banyak kolesterol di empedu dapat menyebabkan batu kolesterol kuning.

Batu keras ini dapat terbentuk jika hati menghasilkan lebih banyak kolesterol daripada yang dapat dilarutkan oleh empedu.

Baca juga: Long Hauler Covid, Gejala Covid19 yang Tak Kunjung Sembuh

2. Terlalu banyak bilirubin di empedu

Bilirubin adalah bahan kimia yang diproduksi saat hati menghancurkan sel darah merah yang telah berusia tua.

Beberapa kondisi, seperti kerusakan hati dan kelainan darah tertentu, menyebabkan hati memproduksi lebih banyak bilirubin dari yang seharusnya.

Batu empedu pigmen terbentuk saat kantong empedu tidak dapat memecah kelebihan bilirubin. Batu keras ini seringkali berwarna coklat tua atau hitam.

3. Empedu terkonsentrasi karena kantong empedu penuh

Kantung empedu perlu mengosongkan empedu agar sehat dan berfungsi dengan baik.

Jika gagal mengosongkan isinya, empedu menjadi terlalu terkonsentrasi yang menyebabkan terbentuknya batu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.