Kompas.com - 19/02/2021, 18:01 WIB

KOMPAS.com - Selama pandemi Covid-19, menjaga sekaligus memantau kesehatan termasuk hal penting yang pantang diabaikan.

Selain periksa kesehatan secara berkala di layanan kesehatan, setiap keluarga juga disarankan memiliki alat kesehatan mandiri untuk memantau kondisi fisik.

Terlebih bagi keluarga yang memiliki anggota dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan masalah pernapasan.

Baca juga: Banjir di Masa Pandemi Covid-19, Waspadai Penyakit Berikut

Dengan dukungan alat kesehatan di rumah, kita bisa mencegah masalah kesehatan yang tidak terdeteksi.

Selain itu, laporan pemantauan dari alat kesehatan mandiri di rumah bisa memberikan gambaran kondisi kesehatan ketika konsultasi ke dokter.

Berikut beberapa alat kesehatan yang perlu dimiliki di rumah dan fungsinya, terutama saat pandemi Covid-19:

1. Tensimeter untuk mengukur tekanan darah

Dilansir Healthcare Insights, tensimeter atau alat untuk mengukur tekanan darah penting untuk mengetahui kadar tensi.

Terutama bagi penderita hipertensi, tekanan darah rendah, penyakit jantung, atau stroke.

Dengan alat ini, Anda bisa memantau apakah obat yang diminum sudah tepat dan bisa jadi bekal pelacakan status kesehatan.

Tensimeter ada jenis yang manual dan jenis digital yang relatif praktis digunakan.

Baca juga: Syarat Lansia, Komorbid, Penyintas, Ibu Menyusui Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19

2. Pulse oximeter untuk mengetahui kadar oksigen

Ilustrasi oksimeter, pengukur saturasi oksigen (kadar oksigen), happy hypoxiaShutterstock/Anya Ivanova Ilustrasi oksimeter, pengukur saturasi oksigen (kadar oksigen), happy hypoxia
Pulse oximeter adalah alat untuk mengecek kadar saturasi oksigen di dalam darah.

Alat ini penting di masa pandemi Covid-19 karena bisa menakar tingkat oksigen di dalam darah dan detak jantung.

Selain untuk berjaga di saat pandemi virus corona, pulse oximeter juga merupakan alat kesehatan mandiri penting untuk penderita asma, penyakit paru obstruktif kronik, dan gangguan pernapasan lainnya.

Cara menggunakan alat ini cukup mudah. Setelah menempatkan pulse oxymeter selama beberapa detik, alat akan menunjukkan besarnya kadar oksigen di dalam darah.

Kadar oksigen normal dalam darah normal besarnya antara 95-100 persen. Waspada jika kadar oksigen kurang dari 92 persen.

Kondisi ini bisa jadi tanda kekurangan oksigen di jaringan tubuh dan rentan membahayakan organ vital.

Baca juga: Kenali Apa itu Parosmia, Gejala Covid-19

3. Glukometer untuk cek gula darah

Ilustrasi diabetes. Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia. Indonesia waspada diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19.SHUTTERSTOCK/Proxima Studio Ilustrasi diabetes. Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia. Indonesia waspada diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19.
Dilansir dari The Prepared, alat cek gula darah atau glukometer penting untuk memantau naik turunnya kadar gula darah. Terutama bagi penderita diabetes, obesitas, dan penyakit kronis.

Alat cek gula darah ada yang berbentuk digital dan mudah digunakan. Anda tinggal mengambil sampel darah dari jari, lalu sampel darah ditempatkan di strip tes, dan masukkan strip tes ke glukometer.

Hal yang perlu diperhatikan, strip tes glukometer biasanya memiliki masa kedaluwarsa, biasanya satu sampai dua tahun.

Apabila masa pakainya sudah lebih dari dua tahun, strip tes ini bisa kurang akurat. Pastikan Anda memilih strip tes yang memiliki masa kedaluwarsa atau tandai penggunaannya secara mandiri.

Baca juga: Berapakah Suhu Tubuh Normal Manusia?

4. Termometer untuk mengukur suhu tubuh

Termometer digital yang mengandalkan sensor.AmazonIndia Termometer digital yang mengandalkan sensor.
Termometer adalah alat kesehatan wajib yang perlu dimiliki di setiap rumah. Fungsi alat ini untuk memantau suhu tubuh apakah seseorang dalam kondisi demam atau tidak.

Termometer menjadi alat penting di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, demam merupakan salah satu gejala utama infeksi virus corona.

Selain itu, termometer paling dibutuhkan keluarga yang memiliki bayi, anak kecil, serta ibu hamil.

Terdapat beberapa jenis termometer, yakni yang menggunakan air raksa dan jenis digital yang relatif lebih mudah digunakan.

Anda disarankan tak hanya menyediakan beberapa alat kesehatan di atas di rumah.

Begitu hasil pengukuran mulai menunjukkan angka tidak normal, sebisa mungkin mencatat hasilnya dan gunakan hasil deteksi mandiri tersebut saat konsultasi ke dokter.

Dengan begitu, tenaga kesehatan profesional bisa memiliki gambaran kesehatan yang utuh dan diagnosis bisa lebih tepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.