Kompas.com - 21/02/2021, 20:07 WIB

Selain itu, douching juga dapat meningkatkan risiko infeksi vagina dan infeksi menular seksual.

Lantas, bisakah sperma dikeluarkan dari vagina setelah berhubungan seks?

Perlu dipahami, sperma adalah sel reproduksi pria yang bisa hidup di dalam vagina hingga 7 hari.

Baca juga: Berhubungan Seks Idealnya Berapa Kali dalam Seminggu?

Melansir Medical News Today, begitu sperma ini memasuki rahim, tidak ada cara yang terbukti secara ilmiah untuk bisa mengeluarkannya.

Antara beberapa menit hingga beberapa jam setelah hubungan intim, beberapa cairan air mani memang bisa keluar dari vagina.

Meskipun beberapa di antaranya mungkin mengandung sperma, cairan itu kebanyakan terdiri dari campuran protein dan vitamin dari ejakulasi.

Jadi, sangat mungkin ada banyak sperma yang sudah menuju sel telur setelah proses penetrasi.

Beberapa orang mungkin menganggap mencuci vagina bisa mencegah kehamilan.

Logika di balik pikiran itu adalah bahwa mencuci atau membilas vagina akan bisa membasuh air mani atau sperma keluar. Namun, cara ini tidak akan berhasil karena air tidak akan dapat mencapai rahim.

Baca juga: 3 Teknik Menunda Ejakulasi untuk Cegah Ejakulasi Dini

Beberapa cara berikut juga dianggap dapat mengeluarkan air mani dari vagina. Tapi, nyatanya, belum ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan tersebut.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.