Kompas.com - 23/02/2021, 08:07 WIB
ilustrasi sesak napas shutterstock/Twinsterphotoilustrasi sesak napas

KOMPAS.com – Pulmonary embolism atau emboli paru adalah penggumpalan darah yang terjadi di paru-paru.

Kondisi ini dapat merusak bagian paru-paru karena aliran darah yang terbatas, menurunkan kadar oksigen dalam darah, dan memengaruhi organ lain juga.

Penggumpalan darah yang besar atau banyak bahkan bisa berakibat fatal.

Baca juga: 11 Gejala Emboli Paru yang Perlu Diwaspadai

Di mana, penyumbatan darah parah bisa mengancam jiwa atau menyebabkan kematian.

Menurut Mayo Clinic, sekitar sepertiga orang dengan emboli paru yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati tidak dapat bertahan hidup.

Lain cerita ketika kondisi tersebut didiagnosis dan diobati dengan segera, risiko bahaya emboli paru diyakini dapat turun drastis.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

3 Penyebab Emboli Paru yang Perlu Diwaspadai
Kenali beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab emboli paru, penyakit yang bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Bagikan artikel ini melalui

Emboli paru juga dapat menyebabkan hipertensi pulmonal, suatu kondisi ketika tekanan darah di paru-paru dan di sisi kanan jantung terlalu tinggi.

Ketika seseorang memiliki sumbatan di arteri di dalam paru-paru, jantung harus bekerja lebih keras untuk mendorong darah melalui pembuluh tersebut, yang meningkatkan tekanan darah dan akhirnya melemahkan jantung.

Dalam kasus yang jarang terjadi, emboli kecil sering terjadi dan berkembang seiring waktu, mengakibatkan hipertensi paru kronis atau dikenal juga sebagai hipertensi paru tromboemboli kronis.

Penyebab emboli paru

Penggumpalan darah pada dasarnya dapat terbentuk karena berbagai alasan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X