Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sampai Kapan Tetap Harus Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksin?

Kompas.com - 25/02/2021, 14:06 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

KOMPAS.com – Proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia kini sudah memasuki tahap 2 untuk pekerja publik.

Vaksinasi tahap kedua ini juga dilakukan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) di atas usia 60 tahun.

Artinya, semakin banyak anggota masyarakat yang nantinya mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca juga: 4 Alasan Perlu Pakai Masker Meski Sudah Mendapatkan Vaksin Covid-19

Rencananya, 38.513.446 orang diharapkan selesai divaksin pada Mei 2021.

Terkait pemberian vaksin Covid-19 ini, banyak dari masyarakat mungkin sudah sering mendengar imbauan bahwa setelah disuntik vaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Arahan ini memang benar adanya untuk mencapai target memutuskan rantai kasus infeksi Covid-19 atau setidaknya mengendalikan kasus infeksi.

Juru Bicara Satgas Covid-19 RS Universitas Sebelas Maret (UNS) dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, Phd mengatakan, vaksinasi Covid-19 tidak menjamin 100 persen partisipannya tidak akan terinfeksi Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sendiri telah mengungkapkan hasil analisis interim uji klinis terhadap vaksin Sinovac di Bandung bahwa efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen. Angka ini telah memenuhi persyaratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di atas 50 persen.

Apa artinya efikasi 65,3 persen?

Tonang menjelaskan, yang dimaksud efikasi vaksin hanya 65,3 persen bukan berarti kalau ada 100 orang divaksin maka yang 35 orang di antaranya bisa tetap terkena Covid-19.

“Efikasi itu risiko relatif, rasio risiko atau perbandingan risiko, antara yang divaksin dan yang tidak divaksin,” terang dia ketika dimintai penjelasan, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: 15 Kondisi Orang yang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Dia menerangkan, angka efikasi 65,3 persen berarti orang yang tidak divaksin memiliki risiko 3 kali lipat daripada yang mendapat vaksin.

Jadi, pemberian vaksin Covid-19 tetap bermanfaat.

Lalu, maksudnya apa risiko 3 kali lipat itu?

Tonang mengatakan, jika divaksin maka seseorang ibaratnya menjadi punya 3 perisai. Sedangkan kalau tidak divaksin, hanya punya 1 perisai.

“Untuk apa (perisai)? Untuk mencegah kena Covid-19 bergejala. Yang divaksin, masih aman kalau baru tembus 2 perisai. Kalau yang tidak divaksin, langsung kena begitu tembus 1 perisai. Jadi lebih mudah ditembus yang tidak divaksin,” ujar dia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Selamat, Kamu Pembaca Terpilih!
Nikmati gratis akses Kompas.com+ selama 3 hari.

Mengapa bergabung dengan membership Kompas.com+?

  • Baca semua berita tanpa iklan
  • Baca artikel tanpa pindah halaman
  • Akses lebih cepat
  • Akses membership dari berbagai platform
Pilihan Tepat!
Kami siap antarkan berita premium, teraktual tanpa iklan.
Masuk untuk aktivasi
atau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau