Kompas.com - 15/03/2021, 14:01 WIB
Ilustrasi pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Kematian balita akibat pneumonia di Indonesia peringkat ke-7 di dunia. SHUTTERSTOCK/Kateryna KonIlustrasi pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Kematian balita akibat pneumonia di Indonesia peringkat ke-7 di dunia.

KOMPAS.com - Pneumonia adalah infeksi kuman yang membuat kantong udara di paru-paru mengalami peradangan.

Infeksi kuman membuat kantong udara yang meradang terisi cairan atau nanah.

Pneumonia bisa menimbulkan gejala ringan sampai berat yang mengancam keselamatan jiwa penderitanya.

Baca juga: Kenali Apa Itu Pneumonia, Gejala, dan Penyebabnya

Melansir Mayo Clinic, gejala pneumonia yang kerap dirasakan penderitanya antara lain:

  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk
  • Batuk berdahak
  • Kelelahan
  • Demam
  • Berkeringat dan menggigil
  • Mual, muntah, diare
  • Sesak napas
  • Gelisah atau bingung

Bayi umumnya tidak mengalami gejala pneumnia seperti nyeri dada. Namun, mereka bisa mengalami muntah, demam, batuk, sesak napas, lemas, dan susah makan.

Beragam kuman seperti bakteri, virus, dan jamur bisa jadi penyebab pneumonia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Cara Mencegah Pneumonia yang Rentan Serang Anak-anak dan Lansia

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait beberapa penyebab pneumonia yang perlu diwaspadai:

1. Bakteri

Melansir laman resmi American Lung Association, bakteri penyebab pneumonia yang paling sering menginfeksi adalah pneumokokus.

Pneumonia pneumokokus disebabkan oleh kuman Streptococcus pneumoniae yang jamak hidup di saluran pernapasan bagian atas.

Infeksi bakteri ini biasanya menyerang penderita flu, baru menjalani operasi, menderita penyakit pernapasan karena virus, atau daya tahan tubuhnya lemah.

Selain pneumokokus, bakteri penyebab pneumonia lainnya yakni:

  • Mycoplasma pneumoniae
  • Chlamydophila pneumoniae
  • Legionella pneumophila

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri bisa dideteksi lewat pemeriksaan foto rontgen.

Baca juga: Kenali Penyebab Penyakit Emfisema yang Bisa Merusak Paru-paru

2. Virus

Virus yang menginfeksi saluran pernapasan bagian atas juga dapat menyebabkan pneumonia.

Pneumonia pada anak di bawah usia lima tahun kerap disebabkan virus flu atau influenza.

Infeksi virus ini biasanya bersifat ringan dan lebih mudah disembuhkan ketimbang pneumonia yang disebabkan infeksi bakteri.

Selain itu, pneumonia juga bisa disebabkan infeksi virus corona (Covid-19). Infeksi virus ini bisa ringan sampai parah dan mengancam keselamatan jiwa.

Kendati infeksinya tergolong singkat, pneumonia yang disebabkan virus bisa saja lebih parah apabila terjadi infeksi sekunder bakteri.

Baca juga: 8 Gejala Radang Paru-paru yang Pantang Disepelekan

3. Jamur

Penyebab pneumonia juga bisa berasal dari infeksi jamur Pneumocystis pneumonia.

Infeksi ini biasanya dialami orang dengan gangguan kesehatan kronis atau memiliki daya tahan tubuh lemah.

Terdapat beberapa jenis jamur yang bisa menyebabkan pneumonia, antara lain:

  • Coccidioidomycosis
  • Histoplasmosis
  • Kriptokokus

Orang bisa terinfeksi pneumonia dari jamur tersebut karena kontak dengan tanah atau kotoran burung.

Untuk melindungi diri dari pneumonia, setiap orang disarankan untuk divaksinasi, menjaga kebersihan, tidak merokok, dan menjaga daya tahan tubuh senantiasa prima.


Sumber Mayo Clinic,
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X