Kompas.com - 03/04/2021, 18:04 WIB
Ilustrasi mual Ilustrasi mual

Warna darah dalam muntahan mungkin tidak selalu menunjukkan sumber dan tingkat keparahan perdarahan, tetapi harus selalu meminta dokter untuk menyelidikinya.

 

Jika Anda memuntahkan darah dalam jumlah besar sekitar 500 cc atau seukuran cangkir kecil atau Anda muntah darah bersamaan dengan pusing atau perubahan pernapasan, Anda sangat dianjurkan segera menghubungi nomor darurat medis terdekat untuk meminta bantuan perawatan.

Penyebab muntah darah

Merangkum Mayo Clinic, ada banyak kondisi yang bisa menjadi penyebab muntaber.

Tingkat keparahannya bervariasi dari minor hingga mayor dan biasanya disebabkan oleh cedera, penyakit, atau penggunaan obat-obatan.

Berikut ini adalah beberapa penyebab muntah darah yang baik diantisipasi:

  1. Gagal hati akut
  2. Efek samping aspirin
  3. Tumor jinak pada lambung atau kerongkongan
  4. Sirosis (jaringan parut pada hati)
  5. Cacat pada pembuluh darah saluran pencernaan
  6. Lesi Dieulafoy (arteri yang menonjol melalui dinding lambung)
  7. Duodenitis (peradangan pada usus dua belas jari atau duodenum)
  8. Kanker esofagus
  9. Varises esofagus (pembuluh darah yang membesar di kerongkongan)
  10. Esofagitis (radang esofagus)
  11. Erosi lambung (kerusakan jaringan yang melapisi lambung)
  12. Varises lambung (pembesaran pembuluh darah di lambung)
  13. Gastritis (peradangan pada selaput lambung atau dinding lambung)
  14. Sindrom Mallory-Weiss (robekan di kerongkongan yang berhubungan dengan tekanan yang disebabkan oleh muntah atau batuk)
  15. Obat antiinflamasi nonsteroid
  16. Kanker pankreas
  17. Pankreatitis (radang pankreas)
  18. Ulkus peptic atau luka yang terjadi pada lapisan dalam lambung (tukak lambung)
  19. Hipertensi portal (peningkatan tekanan dalam sistem vena porta, yakni vena penghubung vena intestinal dan vena lienalis dengan hepar)
  20. Muntah yang berkepanjangan atau kuat
  21. Kanker lambung atau kanker perut

Baca juga: Kenali 9 Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Pada bayi dan anak kecil, muntah darah juga bisa terjadi akibat:

  • Cacat lahir
  • Gangguan pembekuan darah
  • Alergi susu
  • Darah yang tertelan, seperti dari hidung
  • Benda yang tertelan
  • Kekurangan vitamin K

Kelompok berisiko lainnya yang mungkin mengalami muntah darah termasuk mereka yang minum alkohol secara berlebihan.

Diagnosis muntah darah

Melansir Medical News Today, dokter bisa membantu mendiagnosis penyebab muntah darah dengan mgidentifikasi riwayat rinci pasien, melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin melibatkan prosedur radiologi, seperti CT scan, X-ray, atau endoskopi.

Tes radiologi dapat membantu dokter menentukan sumber pendarahan.

Endoskopi dilakukan dengan menggunakan endoskop, yakni alat berbentuk selang kecil dan lentur yang dilengkapi dengan kamera pada bagian ujungnya untuk memeriksa bagian atas usus guna mengetahui penyebab perdarahan.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Vitamin K Tinggi

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X