Kompas.com - 10/04/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi asam lambung, GERD shutterstockIlustrasi asam lambung, GERD

KOMPAS.com - Sebagian penderita penyakit asam lambung boleh jadi tak asing dengan gangguan pencernaannya kambuh di malam hari.

Begitu mulai berbaring di tempat tidur, penderita bisa merasakan gejala asam lambung naik di malam hari seperti rasa panas sampai nyeri di perut dan menjalar sampai ke dada (heartburn).

Selain itu, penderita juga kerap merasakan cairan asam lambung naik sampai ke kerongkongan. Alhasil, tenggorokan jadi sakit dan mulut terasa pahit.

Baca juga: 6 Gejala Asam Lambung Naik, Tak Hanya Mual dan Sakit Perut

Penyakit asam lambung naik di malam hari bisa mengganggu sesi tidur nyenyak para pengidapnya.

Dilansir dari Sleep Foundation, ada beberapa penyebab asam lambung naik di malam hari, yakni:

  • Saat berbaring, gaya gravitasi tidak mendukung asam lambung untuk tetap berada di perut, sehingga cairan tersebut rentan kembali naik ke kerongkongan
  • Posisi tidur mengurangi kemampuan seseorang menelan. Padahal, menelan penting untuk mendorong asam lambung ke bawah
  • Air liur yang bisa menetralkan asam lambung produksinya cenderung berkurang saat seseorang tidur

Kombinasi dari beberapa hal di atas rentan memicu asam lambung naik di malam hari.

Penyakit ini jadi bertambah parah apabila penderita melakoni beberapa hal yang bisa memicu naiknya asam lambung.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Asam Lambung Naik

Melansir Medical News Today, beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan asam lambung naik di antaranya:

  • Makan makanan pedas atau asam
  • Berat badan berlebih tidak dikontrol
  • Stres
  • Merokok atau minum alkohol
  • Terlalu banyak makan
  • Makan terlalu dekat dengan waktu tidur

Tak hanya mengganggu tidur, penyakit asam lambung naik di malam hari juga bisa mengurangi kualitas hidup secara keseluruhan.

Melansir Cleveland Clinic, berikut beberapa cara mengatasi asam lambung naik di malam hari agar tidur tak lagi terganggu:

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.