Kompas.com - 29/05/2021, 13:01 WIB
Ilustrasi makan jagung. SHUTTERSTOCK/HalfpointIlustrasi makan jagung.

Melansir WebMD, tanda misophonia ringan yakni ketika mendengar suara tertentu penderita jadi merasakan:

  • Gelisah
  • Tidak nyaman
  • Keinginan untuk menghindari sumber suara mengganggu
  • Risih atau sebal

Sementara iti, gejala misophonia berat yakni ketika mendengar suara tertentu penderita jadi merasakan:

  • Marah
  • Panik
  • Takut
  • Merasa tertekan

Di beberapa kasus yang parah, penderita misophonia berat juga bisa mengalami serangan kecemasan sampai kram ketika mendengar sumber suara yang dirasa mengganggu.

Imbasnya, mereka jadi enggan ketika diajak ke luar rumah karena emoh merasakan respons negatif ketika gangguan kesehatannya kambuh.

Baca juga: Apa Itu Me Time dan Arti Pentingnya bagi Kesehatan Mental?

Penyebab misophonia

Gangguan kesehatan mental yang umumnya bersifat menetap ini biasanya muncul sejak usia antara 9 sampai 13 tahun.

Misophonia lebih sering dialami anak perempuan ketimbang anak laki-laki.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Kesal Mendengar Orang Kecap Saat Makan, Bisa Jadi Tanda Misophonia
Kesal sampai panik ketika mendengar seseorang kecap saat makan, mengembuskan napas, menguap, atau berdeham bisa jadi tanda gangguan misophonia.
Bagikan artikel ini melalui

Sejumlah ahli hingga kini belum mengetahui pasti penyebab misophonia. Namun, mereka sepakat gangguan kesehatan ini tidak berasal dari telinga, tapi bagian dari masalah mental.

Untuk sementara, sejumlah ahli menyimpulkan penyebab misophonia berasal dari bagaimana suara memengaruhi otak dan memicu respons tertentu.

Salah satu studi baru-baru ini memperkuat simpulan, misophonia adalah kelainan yang berasal dari otak.

Menurut para peneliti, gangguan kesehatan ini muncul di bagian konektivitas otak yang memproses rangsangan suara dan respons stres.

Baca juga: 4 Manfaat Decluttering untuk Kesehatan Mental

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Perut
Sakit Perut
PENYAKIT
Perut Bunyi
Perut Bunyi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.