Kompas.com - 29/05/2021, 13:01 WIB
Ilustrasi makan jagung. SHUTTERSTOCK/HalfpointIlustrasi makan jagung.

KOMPAS.com - Sebagian orang bisa lebih peka mendengar suara-suara yang jamak tidak diperhatikan orang sekitarnya.

Misalkan ketika seseorang kecap saat makan, mengembuskan napas, menguap, berdeham, serta suara berulang lainnya.

Tak hanya peka, sebagian di antara mereka juga ada menunjukkan sikap kesal, marah, atau sangat terganggu ketika mendengar suara kecap saat makan dan lainnya.

Baca juga: 10 Tanda Patah Hati Mengusik Kesehatan Mental dan Fisik

Kondisi seperti ini bisa jadi tanda misophonia. Gangguan ini apabila tidak diatasi bisa mengganggu relasi sosial sampai kesehatan mental seseorang.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu misophonia, tanda, penyebab, sampai cara mengatasinya.

Apa itu misophonia

Melansir Harvard Health Publishing, misophonia adalah gangguan emosional saat seseorang kesal mendengar suara-suara yang lazimnya tidak mengganggu orang lain.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Kesal Mendengar Orang Kecap Saat Makan, Bisa Jadi Tanda Misophonia
Kesal sampai panik ketika mendengar seseorang kecap saat makan, mengembuskan napas, menguap, atau berdeham bisa jadi tanda gangguan misophonia.
Bagikan artikel ini melalui

Ketika mendengar suara orang kecap saat makan, mengembuskan napas, menguap, berdeham, dan sebagainya; para penderita misophonia bisa stres.

Setelah itu, mereka akan marah atau muncul keinginan untuk menjauh dari sumber suara.

Misophonia biasanya muncul saat seseorang berusia 12 tahun. Sayangnya, banyak pengidap gangguan ini yang menyembunyikan kondisinya karena malu atau merasa gangguan perilakunya tidak masuk akal.

Baca juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental

Tanda misophonia

Gangguan misophonia bisa ringan sampai parah. Responsnya ketika mendengar suara yang mengusik pun beragam.

Melansir WebMD, tanda misophonia ringan yakni ketika mendengar suara tertentu penderita jadi merasakan:

  • Gelisah
  • Tidak nyaman
  • Keinginan untuk menghindari sumber suara mengganggu
  • Risih atau sebal

Sementara iti, gejala misophonia berat yakni ketika mendengar suara tertentu penderita jadi merasakan:

  • Marah
  • Panik
  • Takut
  • Merasa tertekan

Di beberapa kasus yang parah, penderita misophonia berat juga bisa mengalami serangan kecemasan sampai kram ketika mendengar sumber suara yang dirasa mengganggu.

Imbasnya, mereka jadi enggan ketika diajak ke luar rumah karena emoh merasakan respons negatif ketika gangguan kesehatannya kambuh.

Baca juga: Apa Itu Me Time dan Arti Pentingnya bagi Kesehatan Mental?

Penyebab misophonia

Gangguan kesehatan mental yang umumnya bersifat menetap ini biasanya muncul sejak usia antara 9 sampai 13 tahun.

Misophonia lebih sering dialami anak perempuan ketimbang anak laki-laki.

Sejumlah ahli hingga kini belum mengetahui pasti penyebab misophonia. Namun, mereka sepakat gangguan kesehatan ini tidak berasal dari telinga, tapi bagian dari masalah mental.

Untuk sementara, sejumlah ahli menyimpulkan penyebab misophonia berasal dari bagaimana suara memengaruhi otak dan memicu respons tertentu.

Salah satu studi baru-baru ini memperkuat simpulan, misophonia adalah kelainan yang berasal dari otak.

Menurut para peneliti, gangguan kesehatan ini muncul di bagian konektivitas otak yang memproses rangsangan suara dan respons stres.

Baca juga: 4 Manfaat Decluttering untuk Kesehatan Mental

Cara mengatasi misophonia

Apabila tidak diatasi, misophonia bisa menurunkan kualitas hidup dan memengaruhi keseharian pengidapnya.

Tapi, jangan khawatir. Orang dengan misophonia bisa berlatih mengelola gangguan kesehatannya.

Untuk mengatasi misophonia, penderita bisa mengikuti terapi suara bersama audiolog dan konseling suportif untuk mengelola stres.

Selain itu, penderita juga bisa menggunakan alat bantu dengar yang bisa mengeluarkan suara yang menenangkan.

Dengan begitu, fokus atau perhatian dari suara mengganggu bisa bergeser dan penderita tidak bereaksi berlebihan.

Hal yang tak kalah penting, misophonia adalah masalah kesehatan yang dialami sejumlah orang.

Coba cari dukungan moral dari pengidap sejenis. Penderita misophonia di AS, Kanada, sampai Inggris sudah membuat kelompok dukungan, serta sering membagikan edukasi dan webinar gratis tentang misophonia di forum mereka.

Baca juga: Kenali Apa itu Fobia, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasinya


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Perut Bunyi
Perut Bunyi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.