Kompas.com - 04/06/2021, 21:00 WIB

Jika iritasi hanya terjadi saat seseorang mendapatkan menstruasi, ini bisa berarti produk menstruasi yang mereka gunakan adalah biang keladinya.

Seseorang dapat mencoba beralih ke pembalut tanpa pewangi atau menstrual cup yang terbuat dari silikon.

Produk-produk ini cenderung tidak menyebabkan kekeringan atau reaksi kulit.

Baca juga: Vagina Bau Tak Sedap? Atasi dengan 3 Makanan Ini

4. Infeksi jamur

Menurut sebuah studi berjudul “Vaginal Candidiasis”, infeksi jamur juga dapat menyebabkan vagina gatal.

Infeksi jamur ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kehamilan, diabetes, dan penggunaan antibiotik.

Infeksi jamur dapat terjadi kapan saja selama menstruasi.

Jika vagina dan vulva terasa gatal dan ada cairan kental, seseorang mungkin mengalami infeksi jamur.

5. Vulvovaginitis siklik

Orang yang mengalami gatal pada titik yang sama selama menstruasi mungkin memiliki kondisi yang disebut vulvovaginitis siklik.

Menurut DermNet NZ, vulvovaginitis siklik merupakan istilah yang mengacu pada rasa terbakar dan gatal berulang pada vulva dan/atau vagina yang berulang pada fase yang sama dari siklus menstruasi.

Beberapa faktor dapat menyebabkan kondisi ini, termasuk apa pun yang mengubah keseimbangan bakteri kompleks pada vagina.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.