Kompas.com - 15/06/2021, 13:30 WIB

Selain itu, perlakuan ini juga memiliki dampak psikologis yang tidak bisa diabaikan.

Sebuah studi tahun 2012 berjudul “Ostracism in everyday life” mengungkapkan bahwa orang yang menjadi korban silent treatment merasa diabaikan, memiliki tingkat harga diri, rasa memiliki, dan makna hidup yang rendah.

Karena itu, perlakuan diam dapat berdampak pada kesehatan suatu hubungan, bahkan jika alasannya untuk menghindari konflik.

Cara mengatasi seseorang yang melakukan silent treatment

Bagaimana seseorang menanggapi silent treatment tergantung pada tingkat motivasinya.

Jika motivasinya tidak mengarah pada kekerasan emosional, beberapa langkah berikut bisa dilakukan.

1) Mengakui seseorang melakukan silent treatment

Mengakui bahwa seseorang melakukan silent treatment.

Seseorang dapat mengatakan kepada orang tersebut secara langsung bahwa ia merasa diabaikan.

Kalimat yang mungkin bisa dijadikan contoh adalah, “Saya perhatikan, kamu mengabaikan saya.”

Cara ini bisa menjadi dasar bagi dua orang untuk membicarakan masalah yang sedang terjadi.

Baca juga: Gangguan Kesehatan Mental Pascamelahirkan Sering Intai Banyak Wanita

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.