Kompas.com - 27/06/2021, 15:11 WIB

Stres dan kesulitan dari apa yang Anda alami, lihat, dan rasakan juga bisa membebani Anda.

“Ketika kita berada di bawah stres hari demi hari, itu seperti tetesan kortisol yang terus-menerus mengalir ke otak kita,” kata Dr. Albers.

Fenomena inilah yang sedang terjadi di saat pandemi, terutama di kalangan tenaga kerja kesehatan.

Tenaga kerja kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Setiap hari mereka harus membantu dan menyaksikan orang-orang yang bertarung nyawa akibat infeksi Covid-19.

Baca juga: Kenali Risiko Covid-19 pada Ibu Hamil

Karena itu, mereka juga rentan mengalami kelelahan fisik dan mental yang bisa memicu empathy fatigue ini.

Empathy fatigue ini juga isa menjadi masalah serius selaama pandemi ini.

Sebab, seua orang merasakan efek negatif dari stres yang berulang, perubahan terus-menerus, serta paparan rasa takut dan kehilangan.

Setiaphari kita disuguhi berita buruk dan kisah sedih mengenai dampak pandemi Covid-19 ini.

Awalnya, kita merasa empathy dan terenyu dengan kabar tersebut.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.