Kompas.com - 03/08/2021, 13:31 WIB

3. Istirahat

Sebelum mengukur tekanan darah, setiap orang perlu istirahat dulu sekitar 3-5 menit agar hasil pengukurannya lebih akurat.

Agar lebih rileks, sebelum ditensi upayakan untuk duduk tenang dan bersandar di kursi dan bernapas dalam-dalam.

Aktivitas seperti olahraga, makan, atau banyak bergerak bisa menaikkan tekanan darah sistolik antara 10-20 mmHg.

4. Lengan, punggung, kaki ditopang atau disilangkan

Saat mengukur tekanan darah, pastikan lengan, punggung, dan kaki tidak disilangkan atau ditopang. Usahakan untuk duduk di kursi yang nyaman.

Jika punggung tidak ditopang atau bersandar, hasil pengukuran tekanan darah diastolik bisa naik sampai 6 mmHg.

Menyilangkan kaki juga bisa meningkatkan tekanan darah sistolik antara 2-8 mmHg.

Posisi lengan atas yang di bawah jantung dapat menghasilkan pengukuran tekanan darah yang lebih tinggi.

Sedangkan posisi lengan di atas jantung bisa menghasilkan pengukuran tekanan darah yang lebih rendah.

5. Kondisi emosi tidak stabil

Faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan darah lainnya yakni kondisi emosi atau tingkat stres.

Stres dan kecemasan bisa jadi penyebab tekanan darah naik secara signifikan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.