Kompas.com - 06/08/2021, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Orang dengan kanker payudara mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi SARS-CoV-2.

Penderita kanker payudara yang terkena Covid-19 kemungkinan akan mengalami gejala yang lebih parah daripada orang pada umumnya.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), menjalani pengobatan kanker bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi, termasuk infeksi SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Secara khusus, kemoterapi, terapi bertarget, imunoterapi, dan radiasi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Batuk Pasca-Covid-19, Begini Cara Mengatasinya…

Namun, pada kebanyakan orang, sistem kekebalan pulih beberapa bulan setelah akhir perawatan ini.

Dengan demikian, peningkatan risiko infeksi hanya mempengaruhi orang-orang yang sedang menjalani pengobatan kanker dan orang-orang yang baru saja menyelesaikan pengobatan tersebut.

Selain itu, seperti dilansir dari Medical News Today, orang dengan kanker payudara yang mencari perawatan di rumah sakit menghadapi risiko lebih tinggi terkena infeksi Covid-19.

Hal ini karena kemungkinan peningkatan kontak dengan orang-orang yang terinfeksi.

Badan kesehatan dunia (WHO) melaporkan tingkat kematian di antara orang-orang dengan jenis kanker apa pun sebagai 7,6 persen.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.