Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Jenis Penyakit Kantung Empedu yang Perlu Diwaspadai

Kompas.com - 15/08/2021, 16:31 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Batu empedu dapat bersarang di leher kantung empedu atau di saluran empedu. Ketika kantung empedu tersumbat dengan cara ini, cairan empedu tidak bisa keluar. Hal ini dapat menyebabkan kantung empedu menjadi meradang atau menggembung.

Saluran empedu yang tersumbat selanjutnya akan mencegah cairan empedu mengalir dari hati ke usus.

Kondisi yang disebut sebagai koledokolitiasis ini di antaranya dapat menyebabkan:

  • Rasa sakit yang luar biasa di tengah perut bagian atas
  • Demam
  • Panas dingin
  • Mual
  • Muntah
  • Penyakit kuning
  • Tinja berwarna pucat atau tanah liat

Baca juga: 10 Kebiasaan yang Bisa Mencegah Batu Ginjal

4. Penyakit kantung empedu akalkulus

Penyakit kantung empedu akalkulus adalah peradangan kantung empedu yang terjadi tanpa adanya batu empedu.

Gejala penyakit kantung empedu akalkulus mirip dengan kolesistitis akut dengan batu empedu.

Beberapa faktor risiko untuk kondisi ini meliputi:

  • Trauma fisik yang parah
  • Operasi jantung
  • Operasi perut
  • Luka bakar parah
  • Kondisi autoimun seperti lupus
  • Infeksi aliran darah
  • Menerima nutrisi secara intravena
  • Penyakit bakteri atau virus yang signifikan

Baca juga: 10 Kebiasaan yang Bisa Mencegah Batu Ginjal

5. Diskinesia bilier

Diskinesia bilier terjadi ketika kantung empedu memiliki kemampuan atau fungsi yang lebih rendah dari normal. Kondisi ini mungkin terkait dengan peradangan kantung empedu yang sedang berlangsung.

Gejalanya bisa termasuk sakit perut bagian atas setelah makan, mual, kembung, dan gangguan pencernaan.

Makan makanan berlemak dapat memicu gejala.

Biasanya tidak ada batu empedu di kantung empedu dengan diskinesia bilier.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Dokter mungkin perlu menggunakan tes yang disebut HIDA scan untuk membantu mendiagnosis kondisi ini. Tes ini mengukur fungsi kantung empedu.

Jika kantung empedu hanya dapat melepaskan 35 sampai 40 persen isinya atau kurang, maka biasanya didiagnosis diskinesia bilier.

6. Sclerosing cholangitis

Peradangan dan kerusakan yang berkelanjutan pada sistem saluran empedu dapat menyebabkan jaringan parut. Kondisi ini disebut sebagai sclerosing cholangitis.

Baca juga: 4 Ciri-ciri Sakit Batu Empedu, Termasuk Sakit Perut Sebelah Kanan

Hingga saat ini belum diketahui apa sebenarnya yang menjadi penyebab sclerosing cholangitis.

Hampir separuh orang dengan kondisi ini tidak memiliki gejala.

Jika gejala memang terjadi, itu dapat mencakup:

Baca juga: Ungkap Kronologi Kasus Nastar Berjamur, Pemilik Clairmont: Kami Dapat Penawaran

  • Demam
  • Penyakit kuning
  • Gatal
  • Ketidaknyamanan perut bagian atas

Sekitar 60 hingga 80 persen orang dengan sclerosing cholangitis juga menderita kolitis ulserativa.

Perlu diwaspadai, memiliki sclerosing cholangitis dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Saat ini, satu-satunya obat yang diketahui untuk sclerosing cholangitis adalah transplantasi hati.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Obat-obatan yang menekan sistem kekebalan dan yang membantu memecah cairan empedu yang mengental dapat membantu mengelola gejala.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau