Kompas.com - 18/08/2021, 19:35 WIB
Ilustrasi asam lambung, GERD shutterstockIlustrasi asam lambung, GERD

KOMPAS.com – Heartburn adalah sensasi panas atau rasa sakit yang membakar di belakang tulang dada.

Kondisi ini terjadi karena refluks asam yang terjadi ketika asam lambung bergerak dari lambung ke kerongkongan.

Heartburn seringkali merupakan tanda dari kondisi yang mendasarinya seperti gastroesophageal reflux disease (GERD).

Baca juga: Beda Refluks Asam Lambung, Heartburn, dan GERD

Dilansir dari WebMD, heartburn juga umum terjadi pada wanita hamil. Kondisi ini dilaporkan memengaruhi 17-45 wanita hamil.

Jadi bisa dikatakan wanita hamil normal untuk mengalami heartburn, meskipun dengan pola makan dan gaya hidup yang tepat, mereka dapat mencegah keluhan ini terjadi selama masa kehamilan.

Episode heartburn tidak dapat diprediksi, tetapi paling sering dilaporkan terjadi selama trimester ketiga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain sensasi terbakar, wanita hamil yang mengalami heartburn mungkin akan mengeluhkan hal berikut:

  • Merasa kembung atau kenyang
  • Sering bersendawa
  • Merasa sakit

Penyebab heartburn saat hamil dan cara mengatasinya

Dilansir dari Very Well Health, heartburn pada wanita hamil cenderung lebih berkaitan dengan perubahan hormon daripada makanan yang dimakan.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab heartburn saat hamil:

1. Meningkatnya tingkat progesteron

Hormon utama yang bertanggung jawab untuk heartburn pada wanita hamil adalah progesterone yang juga dikenal sebagai "hormon kehamilan".

Baca juga: 11 Tanda Awal Kehamilan yang Sering Tak Disadari, Termasuk Jerawat?

Hormon ini berfungsi mempersiapkan rahim wanita untuk implantasi pada awal kehamilan dan mendukung bayi yang sedang tumbuh.

Sayangnya, progesteron juga merupakan relaksan otot. Hormon ini dapat melemaskan otot yang memisahkan bagian atas lambung dengan kerongkongan, yakni sfingter esofagus bagian bawah.

Otot ini biasanya terbuka untuk memungkinkan makanan lewat dan masuk ke lambung, lalu menutup sehingga asam tidak naik kembali ke kerongkongan.

Tetapi, jika tidak menutup dengan benar, asam lambung dapat pindah ke kerongkongan dan menyebabkan heartburn.

Dengan tingginya tingkat produksi progesteron selama kehamilan, otot ini tidak bekerja seefisien mungkin, sehingga memungkinkan asam lambung untuk pindah ke dada dan tenggorokan wanita hamil.

Baca juga: 9 Penyebab Heartburn di Malam Hari yang Perlu Diwaspadai

Banyak wanita yang mengalami heartburn selama kehamilan tidak pernah mengalami masalah ini sebelumnya.

Jika mengalami heartburn sebelum hamil, wanita memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalaminya.

2. Tumbuh rahim

Selama kehamilan, ada bayi yang dibawa oleh wanita di dalam rahim.

Saat bayi ini tumbuh, rahim wanita hamil mulai menjadi lebih besar dan bersaing untuk mendapatkan ruang dengan organ lain di sekitarnya seperti perut.

Tekanan yang diberikan rahim pada lambung dapat memaksa asam lambung naik ke kerongkongan dan daerah dada.

Inilah sebabnya mengapa wanita di trimester ketiga sering mengalami heartburn, yakni karena bayi dan rahim mereka paling besar saat ini.

3. Mengubah tingkat hormon

Tingkat hormon pada tubuh wanita hampir pasti akan berubah selama kehamilan.

Baca juga: 11 Makanan Penyebab Heartburn yang Perlu Diwaspadai

Perubahan tingkat hormon ini dapat memengaruhi cara tubuh wanita dalam menoleransi dan mencerna makanan.

Di mana, perubahan hormon sering memperlambat sistem pencernaan, sehingga makanan bergerak lebih lambat. Hal ini pun dapat menyebabkan perut kembung dan heartburn.

Jika Anda menderita heartburn, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan keluhan ini selama kehamilan.

Dilansir dari Medical News Today, obat alami berikut mungkin dapat membantu dalam mengatasi heartburn saat hamil:

  • Makan yogurt atau minum susu
  • Campurkan satu sendok makan madu ke dalam susu hangat dan minumlah

Obat pereda heartburn yang dijual bebas mungkin dapat menawarkan kelegaan, tetapi mungkin tidak sesuai untuk individu yang sedang hamil.

Baca juga: 5 Penyebab Heartburn dan Mual Sering Terjadi yang Perlu Diwaspadai

Beberapa mungkin mengandung kadar natrium tinggi, yang dapat menyebabkan wanita hamil menahan air.

Obat-obatan ini mungkin juga mengandung aluminium yang tidak aman dikonsumsi selama kehamilan.

Bicaralah dengan dokter untuk melihat antasida mana yang dapat direkomendasikan untuk mengatasi heartburn saat hamil.

Dalam kasus yang parah, dokter mungkin meresepkan H2 blocker.

Yakinlah bahwa dokter dapat membantu mencari pengobatan terbaik untuk heartburn yang Anda alami.

Kapan harus ke dokter karena heartburn saat hamil?

Siapa saja wanita hamil sebaiknya dapat menghubungi penyedia layanan kesehatan atau dokter jika:

  • Merasakan heartburn yang tidak kunjung hilang
  • Memiliki heartburn yang membuat tidur terbangin di malam hari
  • Mengalami kesulitan menelan
  • Meludah darah
  • Punya kotoran hitam
  • Dapat menurunkan berat badan

Sementara itu, jika wanita hamil mengalami nyeri dada tetapi tidak pernah mengalami heartburn sebelumnya, mereka harus segera menemui dokter atau mencari pertolongan medis darurat.

Pasalnya, keluhan itu bisa jadi merupakan tanda serangan jantung.

Baca juga: 6 Komplikasi Heartburn Tak Terkontrol yang Perlu Diwaspadai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.