Kompas.com - 31/08/2021, 13:31 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com – Pada umumnya, setiap orangtua memiliki harapan besar agar si kecil tumbuh sehat. Untuk itu, para orangtua biasanya akan berupaya memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak mereka.

Namun, selain memenuhi kebutuhan nutrisi anak, ternyata anak butuh stimulasi agar tumbuh kembangnya bisa maksimal.

Stimulasi dilakukan untuk merangsang kemampuan kognitif anak, baik dalam bentuk penglihatan, bicara, pendengaran, dan perabaan.

Menurut penelitian, selama tahun-tahun awal kehidupan anak, ada lebih dari satu juta koneksi saraf baru yang terbentuk setiap detik.

Baca juga: Bunda, Kenali Manfaat Kolostrum bagi Si Kecil

Koneksi pada otak tersebut bisa memudar apabila tidak rutin digunakan. Oleh karena itu, stimulasi pada anak sejak dini sangat penting dilakukan.

Selain membantu pembentukan saraf baru, stimulasi dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan sosial, emosional, dan kognitif.

Itu semua tidak hanya berguna untuk masa kecil mereka, tetapi juga akan memiliki manfaat yang panjang pada masa depan.

Sebab, kesehatan emosional dan fisik, keterampilan sosial, serta kapasitas kognitif-linguistik akan sangat berguna bagi anak-anak ketika mereka tumbuh dewasa.

Baca juga: 5 Cara Stimulasi Anak Usia PAUD agar Lancar Membaca

Program Specialist Early Childhood Education and Development (ECED) Tanoto Foundation Arnoldus Paut menjelaskan, kurangnya stimulasi perkembangan anak pada tahun-tahun pertama kehidupan dapat memiliki konsekuensi seumur hidup.

“Itu dapat berdampak negatif pula terhadap kesiapan sekolah dan potensi belajar, kesehatan mental dan fisik sebagai orang dewasa, ketahanan terhadap stres dan penyelesaian konflik, serta rentan akan kemiskinan antargenerasi,” terang Arnold, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (31/8/2021).

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.