Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/09/2021, 19:01 WIB

2. Penyebab serangan jantung dan henti jantung

Penyebab serangan jantung dan henti jantung berbeda.

Serangan jantung kebanyakan disebabkan penyakit jantung koroner. Penyakit ini terjadi karena penumpukan lemak di pembuluh darah arteri koroner.

Perlu diketahui, arteri koroner adalah pembuluh darah yang memasok darah kaya oksigen ke jantung.

Penderita penyakit jantung koroner bisa mengalami serangan jantung apabila plak (sumbatan) di arteri jantung pecah dan menyebabkan penggumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah arteri koroner.

Melansir Harvard Health Publishing, ada beberapa faktor risiko penyebab serangan jantung koroner.

Di antaranya kebiasaan merokok, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, tekanan darah tinggi, diabetes, berat badar berlebih, jarang olahraga, faktor keturunan, sampai sering terpapar polusi lalu lintas.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Sementara itu, penyebab henti jantung mendadak utamanya adalah serangan jantung.

Selain itu, henti jantung bisa dipicu gangguan irama jantung (aritmia), kegagalan alat pacu jantung, tersedak, tenggelam, tersengat listrik, hipotermia, tekanan darah drop, penyalahgunaan narkoba sampai alkohol.

Baca juga: 13 Gejala Penyakit Jantung yang Kerap Tidak Disadari Pengidapnya

3. Gejala serangan jantung dan henti jantung

Melansir News Medical, gejala serangan jantung dan henti jantung cenderung berbeda meskipun sama-sama riskan.

Gejala serangan jantung meliputi:

  • Nyeri dada, bisa berupa sakit, sesak, tertekan di bagian dada. Rasa tidak nyaman ini berlangsung selama beberapa menit dan tidak berkurang saat istirahat
  • Nyeri bisa merambat dari dada ke lengan, rahang, leher, punggung, dan perut
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Tidak enak badan
  • Gelisah
  • Sakit kepala atau pusing
  • Berkeringat
  • Lemah
  • Jantung berdebar-debar

Gejala penyakit terkadang sudah terasa dalam hitungan jam, hari, sampai minggu sebelum serangan jantung.

Sementara itu, gejala henti jantung di antaranya:

  • Tiba-tiba tidak sadarkan diri atau pingsan
  • Tidak bernapas
  • Denyut nadi tidak terdeteksi

Berbeda dengan serangan jantung yang terkadang didahului sejumlah gejala, henti jantung bisa terjadi secara tiba-tiba atau tanpa peringatan.

Baca juga: Waspadai Serangan Jantung Saat Tidur, Begini Cara Mencegahnya…

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+