Kompas.com - 13/10/2021, 13:00 WIB

KOMPAS.com – Cara mencegah asam lambung naik ke kerongkongan penting diperhatikan oleh para panderita penyakit asam lambung untuk menghindari ketidaknyamanan akibat kejadian tersebut.

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disesase (GERD) merupakan bentuk kronis dari refluks asam lambung atau naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus).

GERD setidaknya dapat didiagnosis ketika refluks asam lambung terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu atau telah menyebabkan peradangan di kerongkongan.

Baca juga: 11 Makanan Penyebab Heartburn yang Perlu Diwaspadai

Merangkum WebMD, ada berbagai ketidaknyaman yang bisa dirasakan oleh penderita GERD ketika asam lambung naik ke kerongkongan.

Beberapa kondisi yang bisa menjadi gejala asam lambung naik di antaranya, yakni:

  • Heartburn atau sensasi terbakar di dada
  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan menelan
  • Bau mulut
  • Kerusakan email gigi karena pengaruh asam berlebih
  • Merasa seperti isi perut kembali ke tenggorokan atau mulut (regurgitasi)
  • Nyeri dada
  • Batuk kering terus-menerus
  • Asma

Cara mecegah asam lambung naik ke kerongkongan

Meskipun telah didiagnosis dengan penyakit asam lambung atau GERD, pada dasarnya tidak menutup kemungkinan bagi seseorang untuk dapat menikmati hidup “seutuhnya”.

Ada beberapa cara mengendalikan GERD yang mungkin tidak serta merta dapat membuat refluks asam lambung hilang, tetapi bisa bermakna bagi penderita untuk membantu meringankan gejala.

Baca juga: 12 Gejala GERD pada Bayi dan Anak yang Perlu Diwaspadai

Mengontrol kejadian refluks asam lambung pada umumnya memerlukan kombinasi perubahan gaya hidup.

Berikut adalah beberapa cara mencegah asam lambung naik ke kerongkongan yang bisa dipertimbangkan:

1. Makan dalam porsi kecil

Dilansir dari Verywell Health, makan makanan secara berlebihan bisa membuat lambung membesar.

Hal ini pun bisa meningkatkan tekanan ke atas terhadap sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES).

LES adalah katup yang berada antara kerongkongan dan lambung.

Peningkatan tekanan terhadap LES dapat menyebabkan katup ini terbuka dan asam lambung bocor ke kerongkongan.

Baca juga: 9 Makanan Penurun Asam Lambung yang Baik Dikonsumsi

Daripada makan tiga kali sehari dalam jumlah besar, penderita asam lambung sebaiknya cobalah untuk makan enam kali makan dalam poris kecil atau tiga kali makan kecil dan tiga kali snack. 

Cara makan ini diyakni akan membantu menjaga perut penderita asam lambung agar tidak terlalu penuh.

Hal ini juga akan membantu mencegah produksi asam lambung yang berlebihan.

Asam lambung adalah cairan di lambung yang berfungsi membantu mencerna makanan.

2. Makan secara perlahan

Saat Anda makan, pembawa pesan kimiawi akan dikirim dari perut ke otak, memberi sinyal saat ada makanan.

Saat perut kenyang, otak merespon dengan sensasi kenyang.

Namun, dibutuhkan waktu hingga 15 menit agar sinyal tersebut mencapai otak.

Dengan makan cepat, Anda berisiko mengisi perut secara berlebihan sebelum sinyal pembawa pesan mencapai otak.

Baca juga: 9 Penyebab Heartburn di Malam Hari yang Perlu Diwaspadai

Sebaliknya, dengan makan perlahan, otak Anda punya waktu untuk memberi tahu Anda saat sudah kenyang.

Untuk memperlambat kecepatan makan Anda, ikuti beberapa tips sederhana ini:

  • Kunyah makanan dengan saksama sebelum ditelan
  • Kunyah 20 kali atau hitung sampai 20 sebelum mengambil kembali makanan
  • Ambil porsi makanan dalam sendok yang lebih kecil

3. Hindari makan sebelum tidur

Ngemil larut malam bukanlah ide yang baik jika Anda menderita GERD.

Saat Anda berbaring setelah makan, gravitasi memaksa isi perut Anda lebih dekat ke arah LES (terletak di dekat bagian atas perut).

Jika Anda makan banyak, tekanan terhadap LES meningkat lebih jauh.

Baca juga: 5 Penyebab Heartburn dan Mual Sering Terjadi yang Perlu Diwaspadai

Untuk menghindarinya, sebaiknya jangan makan atau minum setidaknya dua jam sebelum tidur.

Jika Anda memiliki gejala GERD yang parah, Anda mungkin ingin berhenti makan empat jam sebelum tidur.

Makan lebih awal tidak hanya memastikan perut kosong saat tidur tetapi juga mengurangi tingkat asam lambung malam hari, menurut sebuah studi pada 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Neurogastroenterology and Motility.

4. Tinggikan kepala saat tidur

Ketika Anda tidur dengan kepala lebih tinggi dari perut Anda, gravitasi dapat membantu mengurangi tekanan terhadap LES dan menjaga isi perut Anda dari refluks ke kerongkongan.

Anda dapat mengangkat kepala dengan beberapa cara, seperti:

  • Tempatkan bantal ekstra di bawah kepala (idealnya bantal busa yang lebih kaku dan tidak akan runtuh)
  • Tempatkan batu bata atau balok di bawah kaki tempat tidur sisi kepala Anda
  • Beli bantal khusus GERD

Pendekatan umum yang sama berlaku untuk tidur siang.

Beberapa orang menemukan bahwa tidur siang di kursi dapat membantu mencegah heartburn lebih baik daripada jika tidur siang di tempat tidur.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

5. Hindari makanan pemicu

Anda mungkin sudah mengetahui beberapa makanan yang dapat memicu heartburn pada diri Anda.

Beberapa makanan dapat menyebabkan heartburn dengan meningkatkan asam lambung, sedangkan yang lain bisa melakukannya dengan merelaksasi LES.

Ada juga makanan yang bisa langsung mengiritasi lapisan kerongkongan, seperti makanan pedas, buah jeruk, kopi, dan jus.

Alkohol pilihan makanan lain yang sebaiknya dihindari penderita penyakit asam lambung. bermasalah.

Tidak hanya dapat meningkatkan produksi asam lambung, alkohol juga bisa melemahkan LES, memungkinkan asam untuk naik kembali ke kerongkongan.

 

6. Gunakan antasida dengan benar

Antasida bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk mengobati heartburn akut.

Dengan demikian, meminum antasid setiap kali Anda memiliki sedikit rasa heartburn dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

Baca juga: 8 Makanan Penyebab Asam Lambung Naik

Penggunaan antasida yang berlebihan dapat menyebabkan konstipasi, diare, perubahan warna tinja, dan kram perut.

Produk antasida yang mengandung kalsium bahkan dapat menyebabkan batu ginjal.

Selain itu, antasida dapat mengganggu aktivitas obat-obatan tertentu, termasuk obat HIV, hormon tiroid, dan pengencer darah seperti Coumadin (warfarin).

Untuk menghindari interaksi, antasida mungkin perlu diminum antara dua hingga empat jam sebelum atau sesudah obat tertentu.

Karena antasida dapat memakan waktu satu jam atau lebih untuk mulai bekerja, dokter mungkin akan menyarankan untuk menggunakan H2 blocker seperti Zantac (ranitidine) dalam kombinasi dengan antasida.

Jika Anda masih tidak merasakan perbaikan kondisi, dokter dapat merekomendasikan proton pump inhibitor sepeprti Prilosec (omeprazole).

7. Hindari penggunaan pakaian ketat

Pakaian yang ketat di area pinggang bisa menekan perut, memaksa makanan ke atas menuju LES.

Baca juga: Celana Mulai Kekecilan? Waspada Bahaya Kesehatan Miliki Perut Buncit

Meskipun pakaian ini dapat membuat Anda terlihat lebih ramping, pakaian ketat juga dapat meningkatkan kemungkinan kejadian refluks asam lambung bahkan jika Anda tidak menderita GERD.

Sebagai aturan umum, yang terbaik adalah menghindari ikat pinggang yang ketat, pakaian dalam ketat, celana yoga, dan celana ketat jika Anda menderita GERD.

Sebagai gantinya, pilihlah pakaian yang longgar.

8. Hindari stres

Melansir Health Line, stres sendiri belum terbukti dapat menyebabkan refluks asam lambung dan heartburn.

Namun, stres dapat menyebabkan perilaku yang memicu refluks asam lambung.

Ketika Anda stres, Anda mungkin tidak mengikuti rutinitas normal Anda.

Anda tidak lagi makan, berolahraga, atau minum obat sesuai jadwal rutin Anda.

Nah, gangguan ini bisa memicu asam lambung naik ke kerongkongan dan gejala heartburn.

Baca juga: 5 Cara Mengelola Stres dan Kecemasan Selama Pandemi

Menemukan cara untuk mengurangi stres dapat membantu Anda dalam mengendalikan penyakit asam lambung Anda.

Cobalah metode relaksasi seperti:

  • Latihan pernapasan
  • Meditasi
  • Mendengarkan musik
  • Olahraga
  • Melakukan hobi

9. Berhenti merokok

Merokok adalah salah satu hal buruk yang dapat Anda lakukan jika Anda menderita GERD.

Asap rokok tidak hanya dapat mengiritasi kerongkongan, tetapi juga bisa meningkatkan produksi asam lambung dengan memicu peradangan pada lapisan lambung.

Selain itu, merokok bisa memperlambat pencernaan, memungkinkan makanan bertahan lebih lama di perut, sekaligus mengurangi produksi air liur yang diperlukan untuk menetralkan asam lambung.

Seiring waktu, merokok juga dapat menurunkan nada keseluruhan LES

Berhenti mungkin tidak mudah, tetapi manfaatnya selalu lebih besar daripada risikonya.

Berhenti merokok tidak hanya akan mengurangi risiko GERD tetapi juga dapat mengurangi kemungkinan Anda terkena kanker tertentu, termasuk kanker kerongkongan.

Jika Anda tidak dapat berhenti, tanyakan kepadadokter tentang resep bantuan berhenti merokok.

Baca juga: 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.