Kompas.com - 28/10/2021, 19:04 WIB

KOMPAS.com – Kanker sinus adalah kanker yang berkembang di sinus.

Dilansir dari WebMD, sinus adalah rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak.

Fungsi sinus di antaranya yakni menghangatkan atau melembabkan udara yang dihirup, membantu pengaturan tekanan intranasal, berperan dalam pertahanan tubuh, dan memberikan resonansi suara.

Baca juga: 6 Gejala Sinusitis yang Perlu Diwaspadai

Selain di sinus, kanker juga dapat menyerang sinus paranasal.

Sinus paranasal adalah rongga yang terdapat pada tulang-tulang wajah.

Sinus paranasal dapat terdiri dari:

  • Sinus frontal (di dahi)
  • Sinus etmoid (di pangkal hidung)
  • Sinus maksilari (di pipi kanan dan kiri)
  • Sinus sfenoid (di belakang sinus etmoid)

Seperti jenis kanker lainnya, kanker sinus adalah kondisi yang sebaiknya tak dispelekan karena bisa berakibat fatal.

Mengenal gejala sinus bisa menjadi modal awal untuk mendukung upaya diagnosis dini dan pengobatan sesegera mungkin atas masalah kesehatan ini.

Gejala kanker sinus

Merangkum Verywell Health, pertumbuhan kanker sinus kecil biasanya tidak menimbulkan gejala dan ditemukan secara kebetulan, yakni ketika dokter mencari sesuatu yang lain.

Pada kebanyakan kasus, kanker sinus terdeteksi ketika pasien mengalami satu atau beberapa masalah di area kepala dan leher.

Baca juga: Sinusitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Di samping itu, gejala kanker sinus kerap menyerupai gejala masalah kesehatan lain yang cenderung lebih ringan, sepertiselesma, influenza, alergi, ataupun sinusitis (radang sinus) sehingga rentan dibaikan.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa jadi gejala kanker sinus untuk diwaspadai:

  1. Hidung tersumbat yang tidak kunjung membaik atau bahkan memburuk
  2. Mati rasa atau rasa nyeri di pipi bagian atas (bisa juga di atas atau di bawah mata)
  3. Penyumbatan di salah satu sisi hidung
  4. Sering mimisan
  5. Lendir mengalir dari hidung
  6. Postnasal drip (lendir mengalir ke bagian belakang hidung dan tenggorokan)
  7. Kemampuan penciuman turun
  8. Melonggarnya atau mati rasa pada gigi
  9. Perubahan kemampuan penglihatan
  10. Nyeri atau tekanan di salah satu telinga
  11. Gangguan pendengaran
  12. Sakit kepala
  13. Kesulitan membuka mulut
  14. Pembesaran kelenjar getah bening di leher (terlihat atau terasa sebagai benjolan di bawah kulit)
  15. Mata melotot (menonjol keluar)
  16. Mata terus-menerus berair
  17. Ditemukan benjolan atau massa yang menetap di wajah, langit-langit mulut (bagian atas mulut), atau di dalam hidung

Siapa saja yang mengalami gejala di atas dan tak kunjung membaik atau menetap sangat dianjurkan untuk dapat segera berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: 25 Penyebab Hidung Tersumbat dan Cara Mengatasinya

Terutama bagi mereka yang punya kebiasaan merokok, mengonsumsi alkoho, atau bekerja dengan bahan kimis industri karena berisiko lebih tinggi terkena kanker sinus.

Selain itu, perhatikan juga tanda-tanda peringatan tambahan berikut:

  • Muncul gejala baru atau gejala yang semakin parah
  • Muncul tanda-tanda infeksi, seperti demam
  • Kehilangan indera perasa atau penciuman

Dokter bisa membantu memastikan penyebab keluhan yang dialami dan memberikan saran pengobatan terbaik.

Untuk diketahui, gejala kanker sinus biasanya terjadi hanya pada satu sisi wajah.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa 60 -70 persen dari jenis tumor ini terjadi di sinus maksilaris di pipi, 20 -30 persen di rongga hidung, dan 10 -15 persen di sinus etmoid di kedua sisi hidung.

Baca juga: Memahami Hubungan Salesma dan Diare

Cara mendiagnosis kanker sinus

Dokter biasanya memulai diagnosis kanker sinus dengan bertanya kepada pasien tentang riwayat kesehatan, masalah apa pun yang dialami, dan kemungkinan faktor risiko seperti di mana pasien bekerja.

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda kanker sinus di rongga paranasal dan hidung, serta memeriksa masalah kesehatan lain yang mungkin menjelaskan gejala pasien.

Jika mencurigai adanya kanker sinus, dokter kemungkinan akan melakukan endoskopi untuk mengetahui apakah ada pertumbuhan kanker di saluran hidung dan paranasal atau tidak.

Selama melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa keluhan mati rasa, nyeri, bengkak, dan atau kekencangan di wajah pasien.

Di samping itu, dokter juga akan mencari setiap perubahan simetri mata dan wajah pasien, kehilangan penglihatan, dan gejala lainnya.

Baca juga: Ini Cara Membersihkan Telinga yang Tepat Menurut Dokter THT

Pembengkakan kelenjar getah bening atau kelenjar di daerah leher kemudian menjadi tanda berkembangnya kanker sinus sehingga dokter a juga akan memeriksa daerah tersebut selama pemeriksaan.

Jika mencurigai kanker sinus, dokter umum biasanya akan merujuk pasien ke otolaryngologist atau dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). 

Dokter spesialis THT bisa melakukan endoskopi untuk melihat saluran hidung.

Selama prosedur ini, dokter spesialis THT mungkin mengangkat sepotong kecil jaringan abnormal untuk diperiksa lebih lanjut.

Dokter juga dapat memesan tes pencitraan seperti X-ray, CT scan, PET scan, scan tulang, dan MRI untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang apa yang terjadi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.