Kompas.com - 16/12/2021, 16:01 WIB

KOMPAS.com - Chikungunya adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan demam tinggi mendadak dan nyeri sendi parah.

Seperti demam berdarah dengue (DBD), chikungunya menular lewat gigitat nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi biang penyakit.

Namun, penyakit ini biasanya tidak berbahaya atau tidak fatal seperti demam berdarah.

Sebelum menyimak beberapa cara mengobati chikungunya, kenali dulu beberapa gejala penyakit ini.

Baca juga: Apakah Chikungunya Menular?

Gejala chikungunya

Melansir laman resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), penderita biasanya merasakan gejala chikungunya, seperti:

  • Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba
  • Nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sendi bengkak
  • Ruam di sejumlah bagian tubuh

Penyakit ini umumnya tidak menyebabkan kematian. Tapi, penderita bisa merasakan nyeri yang cukup parah sampai badan rasanya seperti lumpuh.

Kendati terlihat parah, namun gejala chikungunya hanya bersifat sementara. Kebanyakan penderita merasakan kondisi tubuhnya sudah membaik dalam waktu sekitar seminggu.

Baca juga: 5 Obat Gatal Alami Karena Gigitan Nyamuk yang Praktis ala Rumahan

Cara mengobati chikungunya

Dilansir dari Mayo Clinic, chikungunya adalah jenis penyakit yang dapat sembuh sendiri dan jarang menyebabkan komplikasi serius.

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit ini dan obat antivirus khusus untuk mengatasi penyakit ini.

Beberapa cara mengobati chikungunya ditujukan untuk mengurangi gejala dan rasa tidak nyaman akibat penyakit, antara lain:

  • Banyak istirahat
  • Minum banyak air putih dan cairan agar tidak dehidrasi
  • Minum obat penurun demam dan penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau acetaminophen. Jangan minum aspirin dan obat jenis NSAID agar tidak terjadi pendarahan. Jika Anda mengonsumsi obat lain, konsultasikan ke dokter
  • Selama sakit, upayakan agar tubuh tidak digigit nyamuk agar virus chikungunya tidak menular ke orang sekitar

Kebanyakan penderita chikungunya sembuh dalam waktu tiga sampai 10 hari. Tapi, di beberapa kasus ada penderita yang merasakan nyeri sendi selama beberapa bulan setelah terinfeksi virus chikungunya.

Penyakit ini jadi berisiko parah ketika menyerang kalangan lansia atau penderita penyakit kronis.

Penderita yang pernah terinfeksi chikungunya tubuhnya bakal terlindungi dari penyakit sejenis.

Baca juga: 3 Ciri-ciri Nyamuk Malaria

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.