Kompas.com - 21/12/2021, 07:00 WIB

Sat hal itu terjadi, produksi hormon stres, yaitu adernalin dan kortisol, semakin meningkat.

Hal itu juga bisa meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, menekan sistem pencernaan, dan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Peningkatan hormon tersebut dilakukan agar tubuh memiliki banyak energi. Setelah ancaman hilang, tubuh biasanya kembali ke mode istirahat.

Namun jika luka psikis tersebut berlangsung terus menerus, respon tersebut bisa memicu peradangan.

Peradangan inilah yang nantinya bisa memicu berbagai penyakit pada fisik.

Mencegah luka psikis

Penelitian menunjukkan orang yang sehat emosional memiliki tanda-tanda kesehatan fisik yang baik.

Sehat emosional juga membuat kita terhindari dari risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan berat badan berlebih.

Karena itu, sebisa mungkin kita menghindari luka psikis dengan melakukan berbagai cara berikut:

1. Waspadai emosi dan reaksi kita

Cobalah untuk memperhatikan hal apa dalam hidup yang membuat kita sedih, frustasi, dan marah. Setelah mengetahuinya, cobalah untuk mengubah kondisi tersebut.

2. Ungkapkan perasaan dengan cara yang tepat

Biarkan orang yang dekat dengan Anda tahu jika ada sesuatu yang mengganggu Anda.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.