Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 21/01/2022, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Lever atau hati berfungsi sebagai filter tubuh untuk membersihkan racun.

Namun, jika lever bekerja terlalu keras, hal itu bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Lever bekerja terlalu keras ketika kita minum banyak alkohol, terkena inveksi kronis, atau sering mengonsumsi makanan tak sehat.

Baca juga: Limfangitis

Tanda lever bermasalah

Sebagai antisipasi, Anda harus memahami tanda-tanda adanya masalah pada lever Anda. Berikut tanda-tanda lever bermasalah:

1. Retensi cairan

Retensi cairan adala tanda paling umum dari penyakit lever. Hampir 50 persen orang yag mengalami sirosis mengalami retensi cairan.

Akumulasi cairan dapat menyebabkan distensi di perut atau pembengkakan di kaki. Hal ini terjadi ketika tekanan darah tinggi berkembang di pembuluh darah lever.

Lever yang tidak bisa membuat albumin, protein yang mencegah kebocoran dari aliran darah Anda ke jaringan juga bisa memicu retensi cairan.

2. Penyakit kuning

Kondisi ini menyebabkan urine lebih gelap dan muncul warna kekuningan pada kulit atau bagian putih mata.

Hal ini terjadi ketika bilirubin, pigmen yang terbentuk ketika sel darah merah rusak, menumpuk di aliran darah.

Hati yang sehat menyerap bilirubin dan mengubahnya menjadi empedu. Tubuh Anda kemudian mengeluarkannya dalam tinja.

3. Pendarahan

Hati biasanya menyirkulasikan sekitar 25 persen darah dari vena portal. Jika terjadi kerusakan di hati maka bisa memicu pendarahan.

Darah bisa muncul saat Anda muntah atau buang air besar.

Lever atau hati yang sehat bisa menghasilan protein pembeku darah. Jika terjadi masalah pada hati, maka bisa memicu pendarahan.

Selain itu, limpa yang membesar mengumpulkan trombosit dari aliran darah.

Jumlah trombosit yang rendah membuat lebih rentan terhadap mimisan dan gusi berdarah.

Baca juga: Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

4. Kebingungan

Ketika hati tidak dapat menyaring racun, racun tersebut bisa menyebar ke otak.

Kondisi ini dikenal dengan istilah ensefalopati hepatik, yang dapat menyebabkan kebingungan, masalah memori, lesu, dan koma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+