Kompas.com - 02/03/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Masakan tanpa garam pasti terasa hambar, bukan? Di sisi lain, makanan dengan citarasa gurih memang selalu membuat kita ketagihan.

Namun, terlalu banyak konsumsi garam bisa berakibat fatal untuk jantung Anda.

Ahli jatung Luke Laffin mengatakan bahwa garam mengandung garam sebenarnya terbentuk atas dua unsur, yaitu 40 persen natrium dan 60 persen klorida.

Kandungan natrium inilah yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Baca juga: Kanker Otak

Kaitan garam dan kesehatan jantung

Natrium memang berdampak baik untuk fungsi saraf dan otot, sekaligus membantu menjaga tingkat cairan di tubuh.

"Meski demikian, terlalu banyak natrium bisa memicu retensi cairan, yang dapat meningkatkan tekanan darah," ucap Laffin.

Tekanan darah juga menjadi salah satu faktor pemicu penyakit jantung.

Untuk kesehatan jantung, Anda hanya boleh mengonsumsi natrium maksimal 2300 miligram setiap hari.

Jumlah tersebut setara dengan satu sendok terh garam. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, Laffin menyarankan kita untuk membatasi asupan natrium maksimal 1500 miligram per hari.

"Menurunkan tekanan darah adalah cara penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung," ucap Laffin.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.