Kompas.com - 06/07/2022, 17:01 WIB

KOMPAS.com - Beberapa orangtua tanpa sadar memposisikan dirinya sebagai strict parents ketika menghadapi buah hatinya.

Pola asuh yang tegas dan ketat ini sekilas terlihat menghasilkan anak-anak yang patuh dan disiplin. Tapi, sebenarnya ada konsekuensi negatif yang bakal ditanggung anak ke depan.

Simak penjelasan berikut untuk mengenali apa itu strict parents, tanda, dan dampaknya pada anak.

Baca juga: Hati-hati Orangtua, Marah pada Anak Sebabkan 11 Dampak Fatal

Apa itu strict parents?

Dilansir dari MomJunction, strict parents adalah orangtua yang menerapkan pola asuh yang ketat, banyak aturan dan pembatasan, serta cenderung kaku ketika menghadapi anak-anaknya.

Tipe orangtua seperti ini biasanya mematok target dan harapan yang tinggi untuk buah hatinya.

Apabila anak gagal atau tidak mencapai harapan orangtua tersebut, anak tak jarang dihukum atau menerima konsekuensi yang tidak menyenangkan.

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Dampak Helicopter Parenting terhadap Anak

Tanda-tanda strict parents

Banyak orangtua tidak menyadari dirinya termasuk strict parents. Selain itu, istilah ketat dalam pengasuhan anak terkadang juga relatif. Ada yang menganggap batasan tertentu dianggap ketat, tapi bagi orang lain itu biasa saja.

Meskipun besifat relatif, ada beberapa patokan tanda-tanda Anda termasuk strict parents, di antaranya:

  • Anda jarang bersenang-senang atau mengerjakan aktivitas yang menyenangkan bareng keluarga di rumah, tujuannya untuk menjaga wibawa orangtua di mata anak
  • Anda menerapkan aturan tertentu tanpa mempertimbangkan masukan atau perasaan anak. Sama sekali tidak ada ruang diskusi untuk aturan ini
  • Jika anak tidak menuruti suatu aturan, Anda menghukum anak, mendiamkan anak, atau tidak menunjukkan kasih sayang kepada anak dalam waktu lama
  • Anda susah menoleransi setiap kesalahan yang dibuat anak. Hal ini bisa tercermin dari masalah sepele. Misalkan, anak melewatkan satu panggilan telepon dan Anda menghukum dengan mengambil telepon anak untuk waktu lama
  • Anda tidak pernah tertawa bareng anak-anak atau tidak pernah membuat lelucon di depan anak-anak, begitu juga sebaliknya
  • Anak rasanya tidak nyaman dan selalu serius ketika di hadapan Anda, padahal mereka bisa tertawa dan santai saja saat berbincang dengan temannya
  • Anda susah menerima perbedaan nilai dan pendapat. Misalkan, Anda tidak suka mewarnai rambut dan tiba-tiba anak pulang dengan rambut diwarnai, maka anak akan dihukum atau mendapatkan teguran keras
  • Ketika anak sudah beranjak remaja, Anda tidak mengizinkan anak menggunakan pakaian pilihannya. Atau, memberikan komentar negatif pada preferensi atau selera pribadinya
  • Anda hanya sesekali memberikan izin pada anak yang sudah beranjak remaja untuk keluar rumah, padahal anak lain boleh keluar rumah seminggu sekali
  • Anak sampai berbohong apabila takut melanggar aturan atau tindakannya tidak disetujui orangtua
  • Anak tidak pernah berbicara dari hati ke hati dengan orangtua, obrolan di rumah hanya percakapan formal seputar kehidupan sekolah, tidak pernah ada obrolan seputar kehidupan pribadi atau sosial anak
  • Anak lebih senang beraktivitas di luar rumah dan mencari cara termasuk berbohong agar bisa terus berada di luar rumah
  • Anak menarik diri dan sebisa mungkin menjaga jarak dari orangtua

Setelah mengetahui apa itu strict parents dan beberapa tandanya di atas, segera cari bantuan ahli kesehatan mental jika Anda merasa termasuk strict parents.

Baca juga: 10 Penyebab Mudah Marah, Faktor Fisik sampai Masalah Kesehatan Mental

Dampak strict parents pada anak

Alih-alih disegani dan dihargai, orangtua strict parents biasanya hanya akan ditakuti anak-anaknya.

Anak takut dihukum, sehingga sebisa mungkin tidak membuat kesalahan dan berinteraksi dengan orangtuanya. Dalam jangka panjang, pola asuh ini juga merusak kesehatan mental anak.

Dilansir dari AHAParenting, berikut beberapa dampak strict parents yang perlu diwaspadai para orangtua:

  • Anak tumbuh jadi pribadi yang susah disiplin
  • Anak tidak bertanggung jawab dan semaunya sendiri
  • Meningkatkan risiko anak terkena depresi
  • Anak jadi susah mengontrol rasa marah, mereka gampang tantrum dan emosinya meledak-ledak karena tidak terbiasa diajari mengelola perasaan
  • Anak tumbuh jadi pribadi pemberontak
  • Anak sering berbohong, sampai jadi punya kebiasaan berbohong
  • Merusak relasi anak dan orangtua

Mengingat dampak strict parents cenderung negatif dan bisa merusak mental anak, ada baiknya Anda berpikir dua kali sebelum menerapkan pola asuh semacam ini.

Baca juga: Kenapa Marah Bisa Meningkatkan Tekanan Darah?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.