Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/10/2022, 13:01 WIB

KOMPAS.com - Demam merupakan gangguan kesehatan yang kerap menyerang bayi atau anak di bawah usia 1 tahun di musim hujan.

Bayi dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius atau lebih. Demam umumnya membuat bayi tidak nyaman, terlebih sering disertai dengan gejala berikut:

  1. pusing
  2. berkeringat
  3. kedinginan hingga menggigil
  4. kurang napsu makan
  5. lemas, lesu
  6. jarang buang air kecil atau volume urine berkurang

Demam memang cukup mengganggu si kecil, namun suhu tubuh anak biasanya akan kembali ke normal dalam tiga hari.

Baca juga: Bukan Paracetamol, Begini Penanganan Pertama saat Anak Demam

Tindakan awal saat bayi alami demam

 

Sebagai tindakan awal, para orangtua dapat mengurangi gejala anak dengan beberapa cara seperti:

  1. Kompres anak dengan air hangat atau biarkan si kecil berendam di air yang hangat
  2. Mencukupi kebutuhan cairan anak. Pada anak di bawah 6 bulan, tetap berikan ASI atau susu formula (sesuai kebutuhan bayi). Sementara, untuk anak di atas 6 bulan yang sudah MPASI dapat menambah cairan dengan konsumsi air putih, jus buah, atau buah-buahan segar.
  3. Jangan selimuti anak. Biarkan mereka tetap merasa sejuk dengan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat
  4. Jaga suhu ruangan. Usahakan sirkulasi udara tetap lancar
  5. Siapkan makanan hangat, seperti sup ayam untuk bayi yang sudah MPASI.

Mengatasi demam pada anak dengan kunyit

Apabila tubuh si kecil masih panas, ayah dan ibu dapat mencoba bahan herbal untuk meredakan demam pada bayi. Bahan herbal yang dimaksud ialah kunyit.

Sebagaimana diketahui, kunyit merupakan rempah-rempah asal Indonesia yang memiliki kekhasan berupa warna oranye. Rimpang kunyit jamak digunakan oleh masyarakat sebagai bahan baku dalam pembuatan jamu.

Kunyit sering dijadikan obat-obatan herbal karena memiliki sifat antioksidan dan sejumlah senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain:

  1. kurkumin
  2. koenzim Q10
  3. zingiberence
  4. sabinene
  5. cineol
  6. borneol
  7. caprilic acis
  8. methozinnamic acid
  9. tholymethy carbinol

Baca juga: 7 Hal tentang Demam pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Dilansir dari ANTARA, Dr. (Cand) dr. Inggrid Tania, M. Si mengatakan orangtua bisa memilih kunyit sebagai bahan alami untuk meredakan demam.

Caranya cukup sederhana yaitu dengan mencampur seperdelapan atau seperempat sendok teh kunyit bubuk ke dalam ASI atau susu formula yang biasa diminum bayi.

"Pada anak yang sehat dapat dikonsumsi sekali sehari dengan tujuan memelihara kesehatan dan menguatkan daya tahan tubuh. Pembuktian secara empirik untuk keamanan dan khasiatnya," kata Inggrid Tania.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) itu juga menuturkan bahwa ramuan kunyit ini sudah terbukti aman.

Kontraindikasi hanya terjadi pada anak yang alergi dengan bahan, namun kasus alergi terhadap bahan herbal atau rempah dilaporkan sangat jarang terjadi.

Kendati demikian, ada baiknya untuk tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak saat ingin mencoba ramuan kunyit ini dan ketika bayi Anda mengalami demam lebih dari 3 hari.

 

Manfaat lain kunyit

Selain dijadikan alternatif pengobatan demam pada bayi, kunyit juga memiliki manfaat lain yaitu:

  1. Mengatasi ketombe di rambut.
  2. Melancarkan haid.
  3. Mencegah diabetes dengan memerangi resistensi insulin dan menurunkan kadar glukosa dalam darah.
  4. Membantu mencegah serangan jantung pada seseorang yang baru saja mendapat tindakan bypass akibat penyumbatan pembuluh darah arteri koroner.
  5. Mengatasi gangguan saluran pencernaan, seperti asam lambung dan gastroesophageal reflux disease (GERD).
  6. Mengobati borok atau koreng.
  7. Mengatasi amandel.
  8. Mengurangi nyeri karena pengapuran sendi lutut akibat proses penuaan yang mengakibatkan sendi menjadi aus atau rusak.

Baca juga: 14 Makanan Penurun Panas Demam yang Baik Dikonsumsi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+