Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/11/2022, 12:54 WIB
Ariska Puspita Anggraini

Penulis

KOMPAS.com - Bersin adalah hal yang normal. Namun jika terjadi terus-menerus, hal itu bisa menjadi pertanda adanya asma alergi.

Ketika Anda mengalami bersin, mengi dan sesak napas sekaligus, Anda mungkin menderita asma alergi.

Asma alergi adalah kondisi dimana alergi terjadi bersamaan dengan asma. Hal ini bisa menyebabkan saluran udara Anda mengencang setiap kali Anda menghirup alergen.

Ada banyak alergen yang bisa memicu asma alergi. Semua jenis alergen tersebut berkumpul di dalam lingkungan, seperti:

  • Bulu hewan peliharaan.
  • Tungau debu.
  • Kecoak.
  • Cetakan.
  • Serbuk sari.

Baca juga: Pertolongan Pertama untuk Anak Pilek yang Harus Diketahui Orangtua

Jika serbuk sari atau jamur memicu kondisi ini, asma alergi bisa saja hanya terjadi hanya secara musiman.

Jika hewan peliharaan Anda atau tungau debu di tempat tidur Anda memicunya, Anda mungkin memiliki gejala sepanjang tahun.

Tanda asma alergi

Ahli alergi dan imunologi Ronald Purcell mengatakan bahwa ada sejumlah tanda yang menunjukan bahwa Anda mengalami asma alergi, berikut tanda tersebut:

  • bersin
  • hidung tersumbat
  • hidung dan mata gatal.

Ketika asma telah mempengaruhi paru-paru, hal tersebut bisa menyebabkan batuk, sesak napas, dan sesak dada.

Bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mencegah kambuhnya asma alergi, Anda bisa melakukan langkah berikut:

1. Identifikasi penyebab alergi

Zat yang berbeda berpotensi menyebabkan alergi dan menyebabkan gejala asma.

Setelah Anda mengidentifikasi alergen mana yang menyebabkan gejala Anda, Anda dapat menghindari pemicu tersebut. Cara ini membantu mengurangi risiko serangan asma.

Untuk mengetahui alergen mana yang menyebabkan gejala bagi Anda, Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk melakukan beberapa tes, termasuk tes kulit dan darah.

2. Hindari alergen

Setelah mengetahui penyebab asma, Anda dapat mencoba menghindarinya. Hal ini bisa dilakukan dengan menghilangkan atau mengurangi alergen di rumah Anda.

Misalnya, jika tungau debu memicu gejala Anda, Anda dapat mengurangi jumlahnya dengan mencuci tempat tidur secara teratur dan melepas karpet.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com