Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/05/2023, 18:13 WIB
Niken Monica Desiyanti,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seringkali dokter akan menyarankan pasien untuk segera mengonsumsi suplemen probiotik setelah konsumsi obat antibiotik.

Antibiotik sendiri adalah jenis obat yang secara khusus digunakan untuk melawan infeksi akibat bakteri. Biasanya obat jenis ini diberikan untuk mengatasi penyakit sinus, radang tenggorokan, infeksi telinga, hingga pneumonia.

Mekanisme cara kerja antibiotik adalah dengan cara membunuh hingga menghentikan pertumbuhan bakteri, termasuk bakteri baik atau probiotik.

Menurut dokter Reisa Broto Asmoro, probiotik memiliki banyak manfaat bagi tubuh, sehingga kekurangan probiotik dapat memicu masalah kesehatan.

“Bakteri baik atau probiotik yang ada di usus itu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, makanya tubuh sangat membutuhkan probiotik, kalau tak ada probiotik itu bisa memicu banyak masalah kesehatan” jelasnya pada acara talkshow Probiotics for Life yang diselenggarakan PT Interlac di Jakarta Selatan, (23 Mei 2023).

Baca juga: Minum Probiotik Sebelum Makan atau Sesudah Makan? Ini Kata Dokter...

Kekurangan probiotik dalam tubuh dapat memicu masalah kesehatan seperti diare, sembelit, hingga membuat kita mudah terserang penyakit.

Menurut Moh. Nurhadi, Senior Brand Manager PT Interbat, pemberian suplemen probiotik digunakan untuk menyeimbangkan jumlah bakteri baik yang dibunuh oleh antibiotik, sehingga mengurangi efek samping yang ditimbulkan.

“Konsumsi antibiotik menyebabkan bakteri baik dan buruk terbunuh. Makanya kadang ada efek samping diare hingga konstipasi, nah di sini peranan probiotik dibutuhkan, yaitu untuk mengembalikan jumlah bakteri baik,” katanya.

Meskipun begitu, Hadi juga mengingatkan agar masyarakat mengonsumsi suplemen probiotik setiap hari, tidak hanya saat kondisi sakit saja.

“Banyak orang yang mengira bahwa konsumsi probiotik itu hanya saat sakit saja, padahal probiotik ini penting untuk dikonsumsi setiap hari agar menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam tubuh,” tegasnya.

Baca juga: Penting untuk Kesehatan, Bagaimana Cara Menjaga Bakteri Baik di Tubuh?

Bakteri baik atau probiotik dibutuhkan untuk menjaga fungsi imunitas, mendorong produksi antibodi, melawan toksin, alergen, dan mikroorganisme berbahaya, hingga merawat kesehatan pencernaan.

Probiotik bisa didapat dari makanan yang difermentasi seperti tempe, yogurt, keju, hingga kimchi. Kita juga bisa mendapatkannya dalam bentuk suplemen yang dapat dikonsumsi sesuai umur dan kebutuhan.

Suplemen probiotik aman untuk dikonsumsi setiap hari dalam dosis yang tepat, bahkan dokter Reisa Subroto menyatakan bahwa konsumsi probiotik sama pentingnya dengan konsumsi vitamin dalam hal menjaga daya tahan tubuh.

“Probiotik sama pentingnya sama vitamin, karena ini termasuk ke dalam tindakan preventif. Selain baik untuk kesehatan, kita juga dapat terlindung dari penyakit berbahaya,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com