Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali Infeksi Salmonela yang Sering Mengakibatkan Diare

Kompas.com - 07/05/2024, 16:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Salmonela adalah bakteri yang membuat orang sakit.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kebanyakan jenis Salmonela mengakibatkan penyakit yang disebut salmonellosis.

Kondisi ini ditandai dengan diare, demam, dan sakit perut.

Beberapa jenis Salmonela lainnya mengakibatkan demam tifoid atau demam paratifoid.

Artikel ini akan fokus mengulas salmonellosis yang sering menjadi penyebab diare.

Baca juga: Dampak Infeksi Bakteri Meningitis pada Manusia Menurut Ahli

Apa yang terjadi pada tubuh yang terinfeksi bakteri Salmonela?

Menurut informasi yang dikutip dari Cleveland Clinic, ketika bakteri Salmonela masuk dalam tubuh, mereka akan menghancurkan sel-sel yang melapisi usus Anda.

Hal ini membuat tubuh Anda sulit menyerap air, yang dapat mengakibatkan kram perut.

Air kemudian meninggalkan tubuh Anda dalam bentuk diare dengan frekuensi yang sering.
Terkadang, diare disertai darah. Jika ini terjadi, Anda harus mencari bantuan medis.

Jika Anda terkena salmonellosis, itu berarti sudah cukup banyak bakteri yang melewati asam lambung dan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat Anda sakit.

Salmonellosis adalah bentuk keracunan makanan akibat infeksi bakteri salmonela.

Baca juga: Waspadai Leptospirosis, Infeksi Bakteri Mematikan dari Kencing Tikus

Apa saja gejala infeksi bakteri salmonela?

Gejala infeksi bakteri salmonela bisa meliputi:

  • Diare (terkadang berdarah)
  • Demam
  • Sakit atau kram perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala

Penderita infeksi Salmonela bisa mengalami beberapa atau semua gejala di atas.

Kebanyakan penderita infeksi Salmonela mengalami diare, demam, dan kram perut, menurut CDC.

Gejala penyakit biasanya dimulai enam jam hingga enam hari setelah infeksi dan berlangsung empat hingga tujuh hari.

Namun, beberapa orang tidak menunjukkan gejala selama beberapa minggu setelah terinfeksi, dan ada pula yang mengalami gejala selama beberapa minggu.

Strain Salmonella terkadang mengakibatkan infeksi pada urine, darah, tulang, sendi, atau sistem saraf (cairan tulang belakang dan otak), dan dapat mengakibatkan penyakit parah.

Baca juga: 6 Penyebab Panas Dalam pada Bayi, Ada Flu dan Infeksi Bakteri

Bagaimana Anda bisa terinfeksi bakteri Salmonela?

Dikutip dari Clevelend Clinic, cara paling umum yang bisa membuat Anda terinfeksi bakteri Salmonela adalah dari makanan yang kurang matang atau pengolahan makanan yang tidak tepat, misalnya:

  • Makan daging, unggas, makanan laut, atau telur yang mentah atau setengah matang;
  • Makan buah dan sayuran yang terkontaminasi;
  • Minum air yang terkontaminasi atau susu yang tidak dipasteurisasi;
  • Tidak mencuci tangan saat menyiapkan makanan dan makan.

Anda juga bisa tertular salmonella dari hewan dan orang yang terinfeksi bakteri Salmonella.

Bakteri Salmonela bisa tertular di tangan Anda saat Anda menyentuh hewan, lalu memindahkannya ke mulut Anda.

Hampir semua hewan dapat terkena infeksi Salmonela atau membawa bakteri ini pada bulu, bulu, sisik, atau kulitnya. Ini termasuk:

  • Amfibi (katak dan kodok)
  • Reptil (kura-kura, kadal, dan ular)
  • Burung (ayam, bebek, kalkun, dan burung liar)
  • Hewan ternak (sapi, kambing, domba, dan babi)
  • Hewan peliharaan (anjing, kucing, burung, dan hewan kecil).

Baca juga: Waspadai Leptospirosis, Infeksi Bakteri Mematikan dari Kencing Tikus

Bagaimana cara mengobati infeksi bakteri Salmonela?

Kebanyakan orang sembuh dari infeksi Salmonela dalam waktu empat sampai tujuh hari tanpa antibiotik, seperti dikutip CDC.

Orang yang menderita infeksi Salmonela sebaiknya minum lebih banyak cairan selama diare masih berlangsung.

Perawatan antibiotik dianjurkan untuk:

  • Orang dengan penyakit parah
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti akibat infeksi HIV atau pengobatan kemoterapi
  • Orang dewasa berusia di atas 50 tahun yang memiliki masalah kesehatan, seperti penyakit jantung
  • Bayi (anak di bawah 12 bulan)
  • Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas

Kebanyakan penderita diare yang disebabkan oleh Salmonella sembuh total, meskipun kebiasaan buang air besar beberapa orang (frekuensi dan konsistensi buang air besar) mungkin tidak kembali normal selama beberapa bulan.

Baca juga: Dampak Infeksi Bakteri Meningitis pada Manusia Menurut Ahli

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com