Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/12/2022, 09:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Penderita kanker rahim hamil masih mungkin terjadi, meski peluangnya cenderung kecil.

Mengutip Moffitt Cancer Center, peluang penderita kanker rahim hamil tergantung pada metode perawatan atau pengobatan penyakit ini.

Kanker rahim masuk dalam jenis kanker ginekologi, yang menyerang sistem reproduksi wanita secara langsung.

Baca juga: Penyebab Kanker Rahim dan Faktor Risikonya

Secara umum, kanker ginekologi bisa meningkatkan risiko infertilitas dari pada jenis kanker lainnya.

Kemudian, pengobatan kanker rahim yang paling umum adalah histerektomi.

Prosedur pembedahan ini melibatkan pengangkatan rahim dan leher rahim (serviks) wanita.

Beberapa wanita juga mendapatkan pengobatan salpingo-ooforektomi bilateral, yang mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba.

Baca juga: Tanda-tanda Kanker Rahim Stadium Awal yang Harus Diwaspadai

Akibat pasti dari pengobatan kanker rahim tersebut adalah infertilitas, yang membuat wanita tidak bisa hamil.

Pada dasarnya, fokus pengobatan kanker rahim adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Fertilitas adalah masalah sekunder yang diperhatikan.

Namun, pada sebagian besar kasus, kanker rahim didiagnosis pada wanita pascamenopause, sekitar usia 50 tahun.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com