Cairan itu adalah cairan eksudatif yang disebabkan oleh kebocoran jaringan akibat peradangan atau kerusakan sel lokal.
Efusi pleura biasanya disebabkan oleh pneumonia bakterial, meskipun virus dan jamur juga dapat menyebabkan komplikasi paru-pari basah ini.
Gejala efusi pleura meliputi:
Baca juga: Tanda-tanda Paru-paru Basah yang Perlu Diwaspadai
Gagal napas adalah kondisi yang mengancam jiwa yang terjadi saat paru-paru tidak dapat memasukkan cukup oksigen ke dalam darah.
Kondisi paru-paru basah mampu membuat Anda mengalami gagal napas.
Kompikasi paru-paru basah ini terjadi karena peradangan dan infeksi perlahan akan melukai paru-paru, memperlambat pengiriman oksigen ke jaringan vital, dan menyebabkan penumpukan karbon dioksida, yang merusakan jaringan dan organ.
Gagal napas adalah keadaan darurat medis. Itu bisa terjadi secara tiba-tiba atau dalam jangka waktu yang lama.
Beberapa gejala komplikasi paru-paru basan ini yang harus Anda waspadai meliputi:
Baca juga: 13 Tanda-tanda Paru-paru Basah pada Anak yang Harus Diwaspadai
Paru-paru basah juga bisa menyebabkan Anda mengalami gagal ginjal.
Studi menunjukkan bahwa pneumonia menempatkan Anda pada peningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.
Bisa juga sebaliknya, penyakit ginjal kronis dapat menyebabkan pneumonia.
Bakteri penyebab pneumonia dapat masuk ke aliran darah, menginfeksi ginjal. Saat itulah komplikasi pneumonia pada ginjal terjadi.
Penyakit ginjal kronis nantinya akan melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat Anda rentan terhadap infeksi oportunistik.
Infeksi oportunistik adalah infeksi yang terjadi akibat adanya penurunan sistem kekebalan tubuh.
Gagal ginjal jauh lebih mungkin terjadi pada mereka yang menderita bakteremia atau gagal napas karena ginjal tidak mendapatkan cukup darah untuk melakukan tugasnya.