KOMPAS.com - Sperma umumnya keluar sendiri ketika melakukan hubungan seksual, meskipun tidak terjadi ejakulasi.
Namun pada beberapa kondisi, sperma juga bisa keluar ketika tidur atau setelah buang air kecil.
Kondisi ini bisa menjadi gejala dari penyakit tertentu yang memerlukan pengobatan secara medis, termasuk infeksi menular seksual.
Untuk lebih jelasnya, ketahui penyebab sperma keluar sendiri berikut ini.
Baca juga: 20 Penyebab Kualitas Sperma Buruk, Termasuk Karena Kebiasaan
Disarikan dari Healthline dan Medical News Today, berikut adalah beberapa penyebab sperma keluar sendiri yang perlu diketahui.
Sperma bisa keluar sendiri ketika mendapatkan rangsangan secara seksual, termasuk hanya sekadar membayangkan.
Kondisi ini sangat wajar terjadi dan umumnya bukan merupakan gejala gangguan seksual tertentu.
Air mani juga bisa keluar sebelum terjadi ejakulasi dan terkadang mengandung sperma sehingga tetap perlu menggunakan kondom ketika berhubungan seksual jika tidak ingin terjadi kehamilan.
Para remaja dan para pria di awal usia 20-an tahun umumnya mengalami mimpi basah atau keluarnya sperma ketika tidur.
Sperma bisa keluar secara tiba-tiba ketika mimpi yang muncul memicu gairah seksual.
Meskipun begitu, beberapa pria juga terkadang mengalami mimpi basah ketika tubuh melakukan kontak dengan pakaian atau seprai sehingga memicu gairah seksual dan keluarnya sperma.
Namun, sperma yang keluar umumnya hanya sedikit dan bukan merupakan ejakulasi penuh.
Baca juga: 22 Penyebab Sperma Sedikit dan Cara Mengatasinya
Konsumsi obat tertentu, seperti antidepresan, antimania, dan obat untuk hormon, bisa memicu keluarnya sperma secara tiba-tiba.
Selain membuat sperma keluar sendiri, konsumsi obat tersebut juga bisa menyebabkan penurunan gairah seksual atau libido, ejakulasi tertunda, hingga disfungsi ereksi.
Namun, efek samping yang ditimbulkan akan tergantung dari dosis obat dan konsumsi obat lainnya.