KOMPAS.com - Malaria adalah salah satu penyakit serius akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit.
Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), malaria telah banyak menyebabkan kematian.
Menurut laporan World malaria report 2022, ada 247 juta kasus malaria pada 2021 dibandingkan pada 2020 yang berjumlah 245 juta kasus.
Baca juga: Perbedaan Demam Gejala DBD, Tipes, dan Malaria menurut Dokter
Angka kematian akibat malaria diperkirakan mencapai 619.000 pada 2021 dan 625.000 pada 2020.
Penyakit karena gigitan nyamuk ini menurut laporan WHO, banyak beredar di negara-negara dengan iklim tropis yang panas dan lembab, seperti Indonesia dan berbagai negara di Afrika.
Empat negara Afrika menyumbang lebih dari setengah dari semua kematian akibat malaria di seluruh dunia adalah Nigeria (31,3 persen), Republik Demokratik Kongo (12,6 persen), Republik Persatuan Tanzania (4,1 persen), dan Niger (3,9 persen).
Simak terus artikel ini yang akan mengulas secara ringkas tentang apa itu malaria, penyebab, dan tanda-tanda yang perlu Anda waspadai.
Baca juga: 5 Penyebab Penyakit Malaria dan Penularannya
Dikutip dari Cleveland Clinic, malaria adalah penyakit serius yang menyebar saat Anda digigit nyamuk yang terinfeksi oleh parasit kecil.
Saat menggigit, nyamuk menyuntikkan parasit malaria ke dalam aliran darah Anda.
Jika tidak diobati, malaria dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah, seperti kejang, kerusakan otak, kesulitan bernapas, kegagalan organ, dan kematian.
Anak kecil, lansia, dan ibu hamil memiliki risiko kematian akibat malaria yang lebih tinggi.
Orang yang hidup dalam kemiskinan dan tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan lebih cenderung mengalami komplikasi penyakit.
Baca juga: Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Malaria
Mengutip Mayo Clinic, penyebab malaria adalah parasit bersel tunggal dari genus plasmodium.
Ada dua spesies plasmodium yang manjadi ancaman terbesar adalah P. falciparum dan P. vivax, seperti yang dikutip dari WHO.
Jika tidak diobati, malaria P. falciparum dapat berkembang menjadi penyakit parah dan kematian dalam waktu 24 jam.
Spesies malaria lain yang dapat menginfeksi manusia adalah P. malariae, P. ovale dan P. knowlesi.
Baca juga: Mengenal 4 Ciri-ciri Nyamuk Anopheles Penyebab Malaria
Parasit ditularkan ke manusia paling sering melalui gigitan nyamuk. Infeksi ini tidak menyebar dari orang ke orang.
Ketika nyamuk menggigit seseorang yang menderita malaria, seperti yang dikutip dari Cleveland Clinic, nyamuk tersebut menjadi terinfeksi.
Saat nyamuk itu menggigit orang lain, ia memindahkan parasit ke aliran darah orang lain. Di sana, parasit berkembang biak.
Dalam kasus yang jarang terjadi, orang yang hamil dan menderita malaria dapat menularkan penyakit ini kepada anaknya sebelum atau selama kelahiran.
Malaria tidak ditularkan melalui transfusi darah, donasi organ, dan jarum suntik.
Baca juga: 4 Cara Mengobati Malaria dan Pencegahannya
Mengutip Mayo Clinic, tanda-tanda malaria meliputi:
Baca juga: Minum Obat Pencegah Malaria, Begini Anjuran Dokter…
Beberapa orang yang menderita malaria mengalami siklus "serangan" malaria.
Serangan itu biasanya dimulai dengan munculnya sensasi rasa dingin dan menggigil, diikuti demam tinggi dan berkeringat. Sesaat kemudian, suhu tubuh kembali normal.
Gejala malaria biasanya dimulai dalam beberapa minggu setelah nyamuk yang terinfeksi menggigit Anda.
Namun, beberapa jenis parasit malaria dapat tertidur di tubuh Anda hingga satu tahun.
Setelah menyimak apa itu malaria, penyebab, dan tanda-tandanya, ada baiknya Anda segera periksa ke dokter jika Anda mengalami demam saat tinggal atau setelah bepergian ke daerah berisiko tinggi malaria.
Baca juga: Deforestasi Ancam Penyebaran Malaria Knowlesi pada Manusia
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.