Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali Apa Itu Diabetes, Jenis, Penyebab, Gejala, dan Komplikasinya

Kompas.com - 13/01/2024, 12:27 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Kasus diabetes di dunia meningkat setiap tahunnya dan diproyeksikan akan mencapai 1,3 miliar pada 2050.

Mengutip Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), perhitungan terbaru menunjukkan tingkat prevelensi global untuk diabetes saat ini adalah 6,1 persen.

Itu menjadikan diabetes sebagai salah satu dari 10 penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.

Baca juga: Studi: Manfaat Sarapan untuk Mencegah Diabetes Tipe 2

Menurut laporan Atlas Diabetes IDF (International Diabetes Federation), diabetes bertanggung jawab atas 6,7 juta kematian pada 2021, yang artinya 1 kematian setiap 5 detik.

Oleh karenanya sangat penting untuk mengenal penyakit ini guna mencegah risikonya di kemudian hari.

Artikel ini akan mengulas mengenai profil diabetes yang perlu Anda ketahui, mulai dari definisi, jenis, penyebab, gejala, dan risiko komplikasinya.

Baca juga: 4 Manfaat Mengonsumsi Serat untuk Penderita Diabetes

Apa itu diabetes?

Dikutip dari Cleveland Clinic, diabetes adalah suatu kondisi yang terjadi ketika gula darah (glukosa) terlalu tinggi dan ini dapat dialami oleh siapa saja dari segala usia.

Merujuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, gula darah tinggi dibedakan dalam dua kategori yaitu pradiabetes (100-125 mg/dL) dan diabetes (126 mg/dL ke atas).

Sementara, gula darah normal adalah 70-100 mg/dL.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Glukosa utamanya berasal dari karbohidrat dalam makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Sebenarnya, glukosa adalah sumber energi utama tubuh Anda yang diangkut oleh hormon insulin dari darah menuju ke sel-sel seluruh tubuh yang membutuhkan. Proses itu nantinya dapat membuat gula darah dalam darah berkurang.

Diabetes berkembang ketika pankreas Anda kurang atau sama sekali tidak menghasilkan insulin. Ini bisa juga karena tubuh Anda tidak merespons insulin dengan baik.

Sebagian besar bentuk diabetes bersifat kronis (seumur hidup), tetapi semua bentuk dapat diatasi dengan obat-obatan disertai penerapan gaya hidup sehat.

Baca juga: Tidak Baik Penderita Diabetes Tipe 2 Melewatkan Sarapan, Kenapa?

Apa saja jenis diabetes?

Ada beberapa jenis diabetes. Jenis yang paling umum meliputi:

  • Pradiabetes

Tipe ini merupakan tahap sebelum diabetes tipe 2. Kadar gula darah Anda lebih tinggi dari biasanya, tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis secara resmi menderita diabetes tipe 2.

  • Diabetes tipe 2

Pada tipe ini, tubuh Anda tidak menghasilkan cukup insulin dan/atau sel-sel tubuh Anda tidak merespons insulin secara normal (resistensi insulin).

Ini adalah jenis diabetes yang paling umum. Penyakit ini terutama menyerang orang dewasa, tetapi anak-anak juga bisa mengidapnya.

Baca juga: Apa Diabetes Menyebabkan Kanker Pankreas? Ini Penjelasannya...

  • Diabetes tipe 1

Jenis diabetes ini adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas karena alasan yang tidak diketahui.

Hingga 10 persen penderita diabetes menderita tipe 1. Penyakit ini biasanya didiagnosis pada anak-anak dan dewasa muda, tetapi penyakit ini dapat berkembang pada usia berapa pun.

  • Diabetes gestasional

Tipe ini berkembang pada beberapa orang selama kehamilan. Diabetes gestasional biasanya hilang setelah kehamilan.

Namun, jika Anda menderita diabetes gestasional, Anda berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Baca juga: 6 Pilihan Makanan untuk Sarapan Terbaik Penderita Diabetes

Ada juga jenis diabetes yang lebih jarang terjadi, yaitu:

  • Diabetes tipe 3c

Bentuk diabetes ini terjadi ketika pankreas Anda mengalami kerusakan (selain kerusakan autoimun), yang memengaruhi kemampuannya memproduksi insulin.

Pankreatitis, kanker pankreas, fibrosis kistik, dan hemokromatosis semuanya dapat menjadi penyebabnya.

Baca juga: Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

Pengangkatan pankreas Anda (pankreatektomi) juga menyebabkan diabetes tipe 3c.

  • Diabetes autoimun laten pada orang dewasa (Latent autoimmune diabetes in adults/LADA)

Seperti diabetes Tipe 1, LADA juga disebabkan oleh reaksi autoimun, hanya saja perkembangannya jauh lebih lambat dibandingkan tipe 1.

Orang yang didiagnosis dengan LADA biasanya berusia di atas 30 tahun.

Baca juga: Rencana Makan Penderita Diabetes: Jadwal, Jumlah, dan Jenis Makanannya

  • Diabetes usia muda (Maturity-onset Diabetes of the Young/MODY)

Ini disebut juga diabetes monogenik, yang terjadi karena mutasi genetik bawaan yang memengaruhi cara tubuh Anda membuat dan menggunakan insulin.

Saat ini ada lebih dari 10 jenis MODY yang berbeda. Ini mempengaruhi hingga 5 persen penderita diabetes dan biasanya diturunkan dalam keluarga.

  • Diabetes neonatal

Ini adalah bentuk diabetes langka yang terjadi dalam enam bulan pertama kehidupan anak.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Sekitar 50 persen bayi dengan diabetes neonatal mengidapnya seumur hidup yang disebut diabetes mellitus neonatal permanen.

Sedangkan pada separuh lainnya, kondisi ini akan hilang dalam waktu beberapa bulan setelah timbulnya penyakit. Namun, diabetes dapat muncul kembali di kemudian hari.

  • Brittle diabetes

Ini adalah salah satu bentuk diabetes tipe 1 yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi dan rendah yang sering dan parah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, transplantasi pankreas mungkin diperlukan untuk mengobati brittle diabetes.

Baca juga: Studi: Minum Teh Setiap Hari dapat Mencegah Diabetes

Apa penyebab diabetes?

Mengutip Mayo Clinic, penting memahami bagaimana tubuh biasanya menggunakan glukosa untuk memahami penyabab diabetes.

  • Cara kerja insulin

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas, yang terletak di belakang dan di bawah lambung.

Terkait pengelolaan kadar gula darah, cara kerja insulin sebagai berikut:

  • Pankreas melepaskan insulin ke dalam aliran darah
  • Insulin bersirkulasi untuk membawa gula masuk ke dalam sel
  • Insulin menurunkan jumlah gula dalam aliran darah
  • Ketika kadar gula darah turun, sekresi insulin dari pankreas juga menurun.

Baca juga: Apa Cuka Sari Apel Baik untuk Penderita Diabetes? Ini Penjelasannya...

  • Peran glukosa

Glukosa adalah sumber energi bagi sel-sel yang membentuk otot dan jaringan lain. Perannya dalam mengelola kadar gula darah sebagai berikut:

  • Glukosa berasal dari dua sumber utama yaitu makanan dan hati.
  • Gula diserap ke dalam aliran darah, lalu memasuki sel dengan bantuan insulin.
  • Hati menyimpan dan membuat glukosa. Glukosa yang disimpan di hati dalam bentuk glikogen.
  • Ketika kadar glukosa rendah, seperti saat Anda sudah lama tidak makan, hati memecah glikogen yang disimpan menjadi glukosa. Ini menjaga kadar glukosa Anda dalam kisaran normal.

Penyebab pasti dari sebagian besar jenis diabetes tidak diketahui.

Dalam semua kasus, gula menumpuk di aliran darah. Ini karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin.

Diabetes tipe 1 dan tipe 2 mungkin disebabkan oleh kombinasi faktor genetik atau lingkungan.

Baca juga: Apakah Minum Kopi Baik untuk Penderita Diabetes? Ini Penjelasannya...

Apa gejala diabetes?

Menurut Cleveland Clinic, gejala diabetes meliputi:

  • Peningkatan rasa haus (polidipsia) dan mulut kering
  • Sering buang air kecil
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Luka yang lama sembuhnya
  • Sering mengalami infeksi jamur pada kulit dan/atau vagina

Penting untuk periksa ke dokter, jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

Baca juga: Kurang Tidur Pengaruhi Kadar Gula Darah, Kenapa Bisa?

Apa saja komplikasi diabetes yang mungkin terjadi?

Dikutip dari Mayo Clinic, komplikasi diabetes berkembang secara bertahap. Semakin lama Anda menderita diabetes dan semakin tidak terkontrolnya gula darah, semakin tinggi risiko komplikasinya.

Pada akhirnya, komplikasi diabetes dapat melumpuhkan atau bahkan mengancam nyawa.

Berikut macam kemungkinan komplikasi diabetes:

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Kerusakan saraf akibat diabetes (neuropati diabetik)
  • Kerusakan ginjal akibat diabetes (nefropati diabetik)
  • Kerusakan mata akibat diabetes (retinopati diabetik)
  • Kerusakan kaki
  • Kondisi kulit dan mulut
  • Gangguan pendengaran
  • Penyakit Alzheimer
  • Depresi

Baca juga: 11 Hal Penyebab Gula Darah Tinggi Tanpa Disadari

Komplikasi diabetes juga bisa terjadi pada bayi, karena terlahir dari ibu yang dengan diabetes gestosional.

Kebanyakan wanita yang menderita diabetes gestasional melahirkan bayi yang sehat, tetapi jika kadar gula darah si kecil tidak terkontrol dapat menimbulkan masalah, sebagai berikut:

  • Pertumbuhan berlebih, sehingga membutuhkan operasi caesar
  • Gula darah rendah, karena produksi insulinnya cenderung tinggi.
  • Diabetes tipe 2 di kemudian hari
  • Kematian

Diabetes gestasional juga bisa menyebabkan komplikasi pada ibu, sebagai berikut:

  • Preeklamsia
  • Diabetes gestasional di kehailan selanjutnya.

Anda perlu rutin periksa kadar gula darah dan konsultasi dengan dokter untuk mencegah komplikasi diabetes terjadi.

Baca juga: Tips Mengatasi Gula Darah Tinggi dengan Konsumsi Serat

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Food

9 Buah Pelancar BAB yang Bantu Bersihkan Usus Kotor

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Dewi Yull: Telah Berpulang Ray Sahetapy, Ayah dari Anak-anakku

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Travel

40 Balasan Ucapan Selamat Idul Fitri Biar Tak Hanya Jawab “Sama-sama”

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 "Taqaballahu Minna Wa Minkum" dan Balasannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Jurnalis Juwita Diduga Dibunuh Kekasihnya, Oknum TNI AL, Jelang Pernikahan

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Shalat Ied Bareng Ivan Gunawan, Ruben Onsu: Semoga Saya Istiqomah

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Global

Beli Perhiasan Emas 15 Kg Tunai, Wanita Ini Tuai Kritik di Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Insien Penumpang Merokok di Kabin Pesawat, Garuda Indonesia Tindak Tegas

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Bola

Maarten Paes Ucapkan Salam Perpisahan untuk Timnas Indonesia, Staf Kluivert Beri Pujian

api-1 . POPULAR-INDEX

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau