Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Obat TBC Aman untuk Ibu Hamil? Ini Penjelasan Dokter...

Kompas.com - 22/06/2024, 20:00 WIB
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Ibu hamil yang menderita tuberkulosis mungkin ragu-ragu dalam menjalankan pengobatan. Lantas, apakah obat TBC aman untuk ibu hamil?

Ya, ibu hamil boleh minum obat anti-tuberkulosis (OAT). Obat TBC aman untuk ibu hamil jika diminum sesuai anjuran dokter.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait aman tidaknya minum obat TBC saat hamil, simak penjelasan dokter berikut. 

Baca juga: Apa Gejala Awal Penyakit TBC? Berikut 8 Daftarnya

Apakah obat TBC aman untuk ibu hamil?

Menurut dokter spesialis respirologi anak RSCM dr. Wahyuni Indawati Sp.A(K), obat yang digunakan ibu hamil untuk mengobati tuberkulosis umumnya aman dan juga memiliki risiko bahaya yang lebih kecil.

"Jadi obat yg dikasih ke ibu sudah diperhitungkan bahayanya ke anak dari panduan bidan, atau dokter penyakit dalam, obat kepada ibu hamil sudah melalui penelitian sehingga bahayanya lebih kecil ketimbang manfaat yang diberikan," katanya dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Setelah mengetahui bahwa obat TBC aman dikonsumsi selama masa kehamilan, bumil sebaiknya jangan menunda pengobatan.

Pasalnya, ibu hamil dengan TBC aktif berisiko melahirkan janin dengan berat badan lahir rendah (BBLR), perdarahan, dan keguguran.

Apakah TBC bisa menular ke bayi?

Wahyuni mengatakan tuberkulosis yang diderita Ibu bisa menular ke anak tergantung kapan waktu terinfeksinya. Jika TBC mengenai paru, maka akan menularkan dari ibu ke anak saat lahir.

Namun jika kuman TBC masuk ke pembuluh darah, ditakutkan bayi bisa terinfeksi sejak dalam kandungan karena adanya hubungan ibu dan janin melalui plasenta.

Ia mengatakan secara umum kemampuan penularan TBC oleh anak ke lingkungan sekitar termasuk kecil karena kumannya lebih sedikit.

Baca juga: Bagaimana Cara Minum Obat TBC pada Anak? Berikut Penjelasan Dokter...

Pada anak yang bukan TBC berat kemampuan batuknya juga berbeda dengan dewasa sehingga kemampuan menularnya lebih rendah.

"Tapi anak 0-18 taun semakin besar biasanya TBCnya lebih menyerupai TBC dewasa, kalau lebih dari 10 tahun chance penularannya lebih tinggi, kalau anak yang lebih muda tapi kumannya ketemu positif dia juga cukup infeksius untuk lingkungannya," katanya.

Untuk mengetahui TBC pada anak, ada beberapa pemeriksaan seperti dahak karena 90 persen kuman masuk melalui saluran nafas.

Selain itu ada pemeriksaan tes cepat molekuler yang bisa mengidentifikasi kuman kecil sehingga bisa melihat bakteri pada anak yang sulit mengeluarkan dahak.

Pada pemeriksaan penunjang lainnya bisa dilakukan imunopatologi untuk memeriksa respon tubuh terhadap kuman dan tes mantoux.

"Kalau mantoux kita akan suntik seperti BCG di bawah kulit nanti setelah dua hari dilihat apakah ada respon atau tidak, kalau ada respon biasanya timbul seperti bentol yang ukurannya lebih dari satu sentimeter," ucapnya.

Baca juga: 9 Ciri-ciri TBC pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com