Sabtu, 25 Maret 2017

Health

Kapan Seorang Ibu Dianggap Terlalu Tua untuk Melahirkan?

Thinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Penyanyi Janet Jackson dikabarkan melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki pada 4 Januari 2017. Yang membuat banyak orang kagum adalah ia menjalani persalinan di usia 50 tahun dengan lancar.

Sebenarnya persalinan pada wanita berusia di atas 40 tahun kini bukan hal yang aneh lagi. Berkat sains, kini wanita berusia 55 tahun atau bahkan 65 tahun bisa melakukan apa yang dulu dianggap mustahil: hamil dan melahirkan bayi yang sehat.

Sejarah mencatat, wanita tertua yang pernah melahirkan adalah Rajo Devi Lohan. Perempuan India itu melahirkan di usia 70 tahun berkat terapi kesuburan yang dilakukannya.

Pada tahun 2006, seorang nenek berusia 62 tahun di California melahirkan anak ke-12, juga dengan bantuan teknik bayi tabung. Di tahun yang sama, wanita Spanyol berumur 66 tahun juga menjalani prosedur bayi tabung di klinik kesuburan di Los Angeles dan melahirkan bayi dengan lancar.

Survei yang dilakukan The Pew Research Center tahun 2010 menemukan, walau secara rata-rata kebanyakan wanita melahirkan di akhir usia 20 tahun, tetapi angka persalinan pada ibu berumur 35-39 tahun naik 47 persen, dan persalinan pada kelompok umur 40-44 naik sampai 80 persen.

Di Inggris, sekitar tiga bayi setiap minggunya lahir dari ibu yang berusia 50-an tahun.

Meski banyak literatur menyebutkan bahwa usia ideal untuk melahirkan adalah sekitar 20-35 tahun, namun para wanita yang baru menjadi ibu di usia 50 tahun itu tetap sehat.

Harus diakui bahwa berkat kemajuan teknologi kedokteran dan obat-obatan, manusia semakin sehat dan panjang umur dari generasi sebelumnya. Berkat kemajuan tersebut pula, kehamilan secara alami yang sebenarnya lebih kecil keberhasilannya pada wanita berusia di atas 35 tahun bisa diatasi, yakni dengan teknologi bayi tabung.

Dr.Eric Flisser, direktur medis dari Reproductive Medical Associates di New York, mengatakan bahwa usia kini tak lagi menjadi indikator dari kandidat program bayi tabung. Apalagi jika pasangan yang ingin memiliki anak menggunakan donor sel telur atau sperma.

"Selain itu, sel telur yang diimplan ke wanita berusia matang biasanya diambil dari wanita berusia muda, sehingga tidak ada lagi risiko ketidaknormalan kromosom yang identik dengan kehamilan pada wanita yang mulai tua," kata Flisser.

Proses kehamilan pada wanita yang berusia di atas 40 tahun juga sebenarnya beresiko tinggi keguguran. Namun, kondisi itu juga bisa diatasi dengan menggunakan ibu pengganti (surrogate mother), yakni meminjam rahim wanita lain selama 9 bulan masa kehamilan.

Meski demikian, diperlukan persiapan finansial yang tidak sedikit untuk bisa melakukan kehamilan dan persalinan di usia 50 tahun. Kondisi fisik ibu juga harus sehat dan bugar karena harus mengurus bayi di usia yang tak lagi muda.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: Medical Daily,