Salin Artikel

Memahami Penularan Paru-Paru Basah dan Cara Mencegahnya

KOMPAS.com - Paru-paru basah merupakan istilah yang merujuk pada penyakit pneumonia.

Penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri, virus, atau jamur di paru-paru.

Akibatnya, saluran udara membengkak dan kantung udara di paru-paru terisi dengan lendir dan cairan.

Karena itulah, pneumonia juga disebut dengan paru-paru basah.

Apakah paru-paru basah menular?

Beberapa jenis pneumonia memang bia menular. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri atau virus dapat menular jika organisme pembawa penyakit dihirup ke paru-paru.

Namun, tidak semua orang yang terpapar kuman penyebab pneumonia akan mengembangkan gejala.

Pneumonia yang disebabkan oleh jamur tidak dapat menular.

Pneumonia menyebar ketika tetesan cairan yang mengandung bakteri atau virus pneumonia diluncurkan ke udara saat seseorang batuk atau bersin dan kemudian dihirup oleh orang lain.

Anda juga bisa tertular pneumonia dari menyentuh benda yang sebelumnya disentuh oleh penderita pneumonia.

Peneluran juga bisa terjadi saat Anda menyentuh benda yang terkontaminasi bakteri atau virus penyebab pneumonia, lalu menyentuh mulut atau hidung Anda.

Bagaimana mencegah penularan penumonia?

Ada berbagai cara mudah untuk mencegah penularan paru-paru basah.

Berikut caranya:

Kebanyakan orang bisa sembuh dari pneumonia tanpa efek yang bertahan lama. Namun pada orang yang rentan, pneumonia bisa berakibat fatal.

Di seluruh dunia, pneumonia menyebabkan 16 persen kematian pada anak-anak di bawah 5 tahun. 

Mereka yang berusia tua dan memiliki sistem kekebalan yang lemah juga lebih mungkin mengalami komplikasi serius.

Oleh karena itu, Anda harus melakukan langkah pencegahan sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit ini.

https://health.kompas.com/read/2021/04/02/102502768/memahami-penularan-paru-paru-basah-dan-cara-mencegahnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.