Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Efektifkah Kondom untuk Menurunkan Risiko PMS saat Seks Oral?

KOMPAS.com - Seks oral adalah salah satu cara yang digunakan untuk merangsang gairah seksual pasangan.

Melansir WebMD, oral seks sendiri bisa dikategorikan sebagai foreplay atau pemanasan sebelum melakukan seks.

Seks oral memang akan memberikan rangsangan tersendiri terhadap pasangan, namun berita buruknya, seks oral juga bisa menjadi sarana untuk penularan penyakit menular seksual (PMS).

Meskipun dianggap tidak nyaman untuk digunakan, kondom bisa menjadi salah satu tameng untuk menghalangi PMS. Berikut faktanya.

Pentingnya kondom untuk seks oral

Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang biasanya digunakan untuk menghindari kehamilan.

Selain itu, Cleveland Clinic juga menyebutkan bahwa kondom adalah salah satu pelindung dari terkena PMS atau infeksi.

Cara kerja kondom sendiri cukup sederhana dengan menampung sperma sehingga tidak bercampur dengan sel telur.

Namun tidak banyak yang tahu bahwa ternyata kondom juga penting digunakan ketika melakukan seks oral.

Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada banyak jenis PMS dan infeksi yang bisa ditularkan melalui seks oral.

Penularan tersebut terjadi melalui mulut, tenggorokan, alat kelamin, atau rektum dari pasangan yang terinfeksi.

Dengan kata lain, kemungkinan untuk mendapatkan PMS melalui seks oral cukup besar sehingga penggunaan kondom sangat dianjurkan.

Ada tiga jenis kondom yang bisa digunakan selama seks oral, yaitu:

  • Kondom biasa yang digunakan untuk penis.
  • Kondom oral atau kondom lidah yang dipasang pada mulut.
  • Dental dam atau lateks fleksibel yang digunakan pada bagian vagina atau anus.

Terkadang seseorang tidak sadar memiliki PMS atau infeksi sehingga salah satu cara yang direkomendasikan adalah dengan menggunakan kondom ketika melakukan seks oral.

Healthline juga menekankan hal ini karena kondom bisa menjadi penghalang terbaik dari PMS atau infeksi yang ditularkan melalui seks oral.

Penyakit yang ditularkan lewat seks oral

Melansir CDC, ada berbagai PMS atau infeksi yang ternyata bisa ditularkan melalui seks oral, seperti:

1. Chlamydia

Chlamydia adalah salah satu jenis PMS yang disebabkan oleh bakteri.

Menurut Healthline, seseorang yang mengidap chlamydia biasanya tidak menunjukkan gejala awal tetapi masih akan mendapatkan masalah kesehatan di kemudian hari, bahkan dapat menimbulkan komplikasi.

Chlamydia bisa ditularkan melalui seks oral, baik yang memberikan dan yang menerima.

Seks oral pada pasangan yang memiliki infeksi penis bisa menyebabkan chlamydia pada tenggorokan.

Sedangkan pasangan yang memiliki chlamydia di tenggorokan juga bisa menularkannya ke penis ketika memberikan seks oral.

Namun, chlamydia yang didapatkan dari atau ditularkan ke vagina atau rektum melalui seks oral masih perlu diteliti lagi. 

2. Kencing nanah atau gonore

Melansir Mayo Clinic, kencing nanah atau gonore juga bisa ditularkan melalui seks oral sehingga menyerang tenggorokan atau penis.

Infeksi pada tenggorokan biasanya tidak memiliki gejala yang parah dan hanya berupa sakit tenggorokan, namun tetap berpotensi untuk menyebar sehingga bisa mengancam nyawa.

Sedangkan gejala yang ditimbulkan pada organ seksual lebih beragam, mulai dari keluar nanah, rasa terbakar ketika buang air kecil, rasa sakit atau pembengkakan pada testis, hingga nyeri pada bagian dubur.

3. Sifilis

Memberi atau menerima seks oral dari pasangan yang memiliki infeksi sifilis memungkinkan seseorang mendapatkan infeksi ini juga.

Meskipun begitu, menurut CDC, lamanya seseorang mengidap sifilis akan menentukan besarnya risiko penularan yang akan terjadi.

4. Herpes

Herpes dapat ditularkan dari memberikan atau menerima seks oral dari pasangan yang terinfeksi.

Area infeksi dari herpes sendiri adalah mulut, bibir, tenggorokan, organ intim, anus, rektum, dan bokong.

Seseorang yang menderita herpes bisa tidak memiliki gejala, namun juga bisa merasa pusing atau demam, dan rasa sakit atau gatal di area yang terinfeksi.

5. Human papillomavirus atau HPV

HPV bisa ditularkan oleh seseorang ke organ reproduksi atau ke tenggorokan melalui seks oral.

Meskipun begitu, penularan pada bagian anus atau rektum ke tenggorokan dan sebaliknya masih perlu dibuktikan karena kurangnya penelitian yang dilakukan.

HPV sendiri bisa diobati, namun tetap bisa ditularkan ke pasangan yang tidak terinfeksi. Tidak hanya itu saja, HPV masih bisa kambuh meskipun sudah diobati.

6. Human immunodeficiency virus atau HIV

Menurut beberapa penelitian yang dikutip oleh CDC, seks oral ternyata juga bisa menjadi sarana untuk menularkan HIV.

CDC juga mencatat bahwa penularan HIV melalui seks oral bisa saja terjadi, namun kemungkinannya tidak sebesar penetrasi melalui vagina atau anal.

Meskipun begitu, seks oral pada vagina pasangan yang memiliki HIV belum tentu bisa menularkan HIV.

7. Trikomoniasis

Beberapa kasus penyebaran trikomoniasis melalui seks oral juga tercatat.

Meskipun begitu, mayoritas kasus tersebut hanya menyerang tenggorokan dari pemberi seks oral.

https://health.kompas.com/read/2022/08/08/210000368/efektifkah-kondom-untuk-menurunkan-risiko-pms-saat-seks-oral-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+