12 Rambu Melatih Kebiasaan Anak Makan Sehat

Kompas.com - 13/06/2013, 13:30 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com-
Orangtua biasanya rela melakukan apa saja demi melihat anaknya makan hidangan yang sehat. Namun tak selalu mudah untuk membuat anak mau menyantap hidangan yang baik bagi tumbuh kembangnya. Perlu upaya serta komitmen yang kuat dari para orangtua untuk menanamkan kebiasaan yang sehat pada buah hati mereka.

Bila Anda orang tua yang masih memiliki balita, kiat-kiat berikut ini mungkin dapat diterapkan. Di bawah ini adalah poin-poin apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat pada anak.

Ini yang perlu dan boleh :


1. Coba makanan yang sama berulang kali

Ahli nutrisi anak, Ellyn Satter RD penulis Child of Mine: Feeding with Love and Good Sense mengatakan, kunci untuk membuat anak makan hidangan sehat adalah tidak memaksanya. Satter menyarankan orangtua bertanggung jawab pada apa (jenis), kapan, serta di mana anak-anak harus makan. Sementara anak yang memutuskan seberapa banyak dan apakah mereka akan menyantap hidangannya.

Satter mengatakan, anak perlu ditawari 15 sampai 20 jenis menu yang sama sebelum bisa menikmatinya. Seorang anak mungkin ingin melihat orangtuanya menyentuh, melihat, mencoba, dan menelan makanan tersebut. Sayuran menjadi tantangan sendiri bagi orangtua, Satter menyarankan orangtua untuk sabar jika baru gagal empat kali.

2. Prioritaskan makan bersama

Studi yang dilakukan University of Illinois pada 2011 menyatakan, anak yang makan bersama keluarga 5 kali seminggu makan lebih banyak sayur dan buah. Anak ini juga 25 persen lebih kecil menderita kekurangan nutrisi. Makan bersama keluarga juga menghindarkan anak dari obesitas. "Saat makan, jagalah kondisi tetap rileks dan menyenangkan. Dengan stres keseharian, hal ini bukan perkara mudah,"kata Satter.

3. Biarkan anak makan sendiri

Kepercayaan ini memberikan anak kemampuan serta kendali untuk mengonsumsi makanan apa dan seberapa banyak. Hal ini juga memberi anak pilihan untuk makan hidangan sehat. "Meski hanya menuang susunya sendiri akan memberi efek positif yang besar," kata pakar gizi Doris Frederiks RD. Menurut Fredericks, orangtua sebaiknya cukup membantu dan menanyakan apakah sudah kenyang.

Halaman:
Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.