Kompas.com - 12/07/2013, 11:30 WIB
Ilustrasi gejala lupus ShutterstockIlustrasi gejala lupus
|
EditorAsep Candra

Jalan yang menanjak, mensyaratkan penderita lupus dalam keadaan fit. Yang lebih penting, penderita harus optimis, bersemangat, dan yakin akan kemampuan diri. Penderita harus menepis anggapan, dirinya tidak mampu. Suntikan semangat didapatnya dari kegiatan tersebut.

"Karena itu, saya janji ini jadi stres yang terakhir. Saya akan memandang hidup lebih positif," kata Dewi.

Penyakit unik

Menurut pemerhati masalah lupus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof.dr.Zubairi Djoerban Sp.PD. penyakit lupus memang unik. Lupus menyerang sistem kekebalan sampai rusak, lalu berbalik menyerang tubuh sendiri. 

Normalnya, sistem kekebalan akan melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri, dan benda berbahaya lain. Tapi pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuh ini justru menyerang balik si empunya karena kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan antara zat asing yang berbahaya bagi tubuh dan sel tubuh sendiri.

Sebagai penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sendiri (autoimun), lupus menimbulkan gejala berbeda pada setiap orang. Bila lupus ditandai penumpukan cairan di paru-paru, sering dikira sebagai TBC. Sementara bila dibarengi penurunan trombosit, menjadi serupa demam berdarah.

"Tidak semua dokter bisa terampil mendiagnosis lupus. Meski ada gejala yang sama, misal bercak," kata Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Zubairi, lupus sering ditemukan pada usia 15-40 tahun. Gejala dibedakan menjadi klinis dan lab. Berdasarkan kriteria lupus yang dikeluarkan pada 2012, gejala klinisnya antara lain anemia, rematik, kekurangan trombosit, rambut rontok, kadar protein pada ginjal lebih dari 0,5 gram. Sementara gejala lab meliputi tes immunologik, antara lain anti nuclear antibodies (ANA), Anti dsDNA, dan kadar komplemen yang rendah.

Di Indonesia, diperkirakan ada 12.700 orang dengan lupus (odapus), dengan 93 persen penderita di antaranya adalah wanita.

Lupus, kata Zubairi, dapat disembuhkan asal penderitanya disiplin dan tidak mengalami stres. "Bisa sembuh asal tidak putus obat, tidak stres, dan banyak makan sayur serta buah," tegasnya.

Sementara ketua dan pendiri Yayasan Lupus Indonesia (YLI), Tiara Savitri menyatakan penderita lupus dapat hidup dan beraktivitas seperti orang biasa. "Lupus itu seperti flu atau batuk, asal perawatan tepat tidak perlu khawatir," katanya.

Hal itu pula yang selalu ditekankan Tiara kepada para penderita lupus. Tiara sudah dideteksi lupus sejak 1987, ketika berusia 17 tahun. Namun lupus tak membuatnya lemah.

Hasilnya Tiara berhasil mendaki 11 gunung di Indonesia yaitu Kelabat, Slamet, Agung, Gde Pangrango, Kerinci, Rinjani, Singgalang, Baukaraeng, dan Tambora. "Melalui LGTN ini saya ingin menunjukkan odapus bisa. Kita harus lawan ketakutan yang ada, dan jadi individu yang berkualitas," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.