Kompas.com - 29/11/2013, 16:27 WIB
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri

Setelah anak lahir, Inisiasi Menyusui Dini atau IMD bisa menjadi langkah berikutnya dalam memberikan gizi terbaik untuk anak. Pemberian ASI eksklusif enam bulan, hingga anak berusia dua tahun juga menentukan gizi anak.

Mulai anak berusia enam bulan, tambahan gizi bisa didapatkan dari MPASI. Hanya saja MPASI pun bisa saja rendah nutrisi karena zat gizi tidak seimbang, kurang dari segi jumlah, dan tekstur makanan yang kurang tepat, selain faktor kebersihan pembuatan makanan yang juga turut memengaruhi.

"MPASI kualitas rendah karena sumbernya tidak seimbang, tidak banyak sumber hewani, vitamin dan mineralnya juga rendah. Padahal vitamin mineral inilah yang memudahkan pembelahan sel. MPASI kaya karbohidrat tapi miskin protein," ungkapnya.

Selain ketidakseimbangan jenis MPASI, jumlah dan tekstur makanan juga menyebabkan kualitas MPASI rendah.

"Pemberian MPASI yang kurang tepat jumlah, juga teksturnya misal terlalu cair sehingga anak hanya merasa kenyang tapi kurang zat gizinya, ini berpengaruh kepada kualitas MPASI," terangnya.

Kurangnya zat gizi pada ibu hamil dan MPASI juga dipengaruhi faktor mitos dan kebiasaan. Ada makanan tertentu yang diberikan atau tidak diberikan karena kebiasaan di masyarakat. Misal, pada ibu hamil, ada kebiasaan di masyarakat yang melarang ibu hamil makan ikan, padahal ikan kaya Omega 3.

Mitos dan kebiasaan ini juga lah yang didapati Siti Zahra, Kader Gizi dari Kecamatan Tanjung Priok, pemenang ketiga Kampanye "Dari Usia 1 Bersama Scott's".

Dari pengalamannya mendampingi dan berbagi pengetahuan dengan kaum ibu, baik kalangan menengah atas dan bawah, Siti mengaku menemui banyak kebiasaan keliru juga mitos yang menimbulkan risiko kekurangan gizi pada anak.

Soal ASI misalnya, ia mendapati banyak ibu dari kalangan mampu yang enggan memberikan ASI. "Mereka khawatir payudaranya kendur," ungkapnya kepada Kompas Health.

Mengenai MPASI, lanjut Siti, banyak orangtua dari kalangan menengah bawah yang kurang informasi dan mereka juga cenderung lebih suka memberikan makanan instan daripada mengolah sendiri MPASI alami.

"Tapi setelah diberikan contoh bagaimana mengolah MPASI sendiri, mereka bersemangat mengolah makanan sendiri. Saya pernah menjadi babysitter selama empat hari mendampingi satu ibu. Karena ibu ini memberikan pisang pada bayi yang baru berusia tiga hari," ungkapnya.

Berbekal pengetahuan tepat, kaum ibu kalangan menengah bawah ini pun perlahan mengubah perilaku. Dampaknya pun mulai terlihat dari tumbuh kembang anak yang baik. Sementara pada kalangan menengah atas, kebiasaan dalam pola asuh dan persepsi yang keliru soal menyusui, masih menjadi tantangan tersendiri.


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.