Kompas.com - 06/06/2014, 13:45 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kerusakan saraf tepi atau yang dikenal juga dengan istilah neuropati bisa menimbulkan mati rasa di ujung-ujung bagian tubuh, seperti tangan dan kaki. Namun jika terlalu lama tak mendapat penanganan, kerusakan saraf tepi juga akan menimbulkan masalah seksualitas.

Dokter spesialis saraf dari Fakultas Kedokteran Univeritas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) Manfaluthy Hakim mengatakan, neuropati yang dibiarkan terlalu lama akan berpengaruh terhadap kemampuan ereksi alias impotensi.

Ia menjelaskan, neuropati yang tidak segera diobati akan menyebabkan gangguan pada saraf otonom. Padahal saraf otonom diperlukan untuk melakukan ereksi. Selain itu, gangguan pada fungsi saraf otonom juga mengganggu sistem kerja jantung, pencernaan, serta peredaran darah.

"Konsekuensi gangguan saraf otonom yang ditakuti bagi wanita ataupun pria adalah impotensi," ujar Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Pusat ini dalam media workshop bertajuk "Waspadai Gaya Hidup Berisiko Neuropati" di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PERDOSSI Pusat Profesor Moh Hassan Machfoed mengatakan, neuropati menurunkan kemampuan saraf untuk menghantarkan rangsang. Sehingga rangsangan yang dibutuhkan untuk mencapai ereksi akan sulit dihantarkan ke otak.

Rangsangan saraf, jelas dia, tidak terjadi lambat, tetapi sangat cepat. Namun ketika terjadi kerusakan saraf, ada gangguan dalam proses penghantaran rangsang ini.

Ia mencontohkan, saat terkena rangsangan panas seperti api, maka respon tubuh akan segera menghindar. Ini membuktikan kerja dari sistem saraf sangat cepat. Namun ketika saraf sudah rusak, maka rangsangan itu akan sulit dirasakan.

Kerusakan saraf, lanjut dia, jika terlalu lama akan menyebabkan gangguan reaktivitas. Ini diawali dari kehilangan daya konduksi ke otak karena selaput myelin sel saraf yang rusak. 

Neuropati sejatinya adalah istilah untuk kerusakan saraf tepi yang disebabkan oleh penyakit, trauma pada saraf, atau dapat juga karena komplikasi dari suatu penyakit sistemik. Neuropati umumnya lebih berisiko pada orang usia tua dan penderita diabetes.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.