Kompas.com - 20/06/2014, 13:28 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Minyak hati ikan cod diketahui sejak lama memiliki manfaat bagi tubuh. Minyak ini merupakan sumber asam lemak omega-3 yang diketahui bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung serta baik untuk tumbuh kembang anak.
 
Karena segudang manfaatnya itu, minyak hati ikan cod banyak dijadikan bahan baku suplemen kesehatan. Namun sebenarnya minyak hati ikan cod juga bisa dimanfaatkan sebagai campuran bahan pangan untuk menambah nilai gizinya. 
 
Paulus Harianto, senior scientific advisor dari PT Tempo Scan mengatakan, susu yang difortifikasi atau diperkaya dengan minyak ikan cod bisa memiliki nilai gizi lebih tinggi. Ini karena minyak ikan cod mengandung asam lemak omega-3 yang terdiri dari EPA dan DHA, vitamin A, dan D.
 
"Kandungan gizi itu penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak," ujarnya dalam peluncuran produk susu formula dan pertumbuhan di Surabaya, Kamis (19/6/2014).
 
Produk susu, khususnya susu pertumbuhan biasanya sudah diperkaya dengan vitamin-vitamin, bahkan mungkin asam lemak omega-3 sendiri. Namun menurut Paulus, minyak hati ikan cod merupakan sumber yang alami dari zat-zat gizi itu.
 
Selain lebih alami, suplemen minyak hati ikan cod juga sudah lebih dulu dikenal. Sehingga menambahkannya pada produk susu akan menambah nilai ekonomis dari produk. Konsumen tak perlu lagi membeli suplemen minyak hati ikan cod dan susu secara terpisah.
 
Penelitian menunjukkan, minyak hati ikan cod memiliki manfaat untuk pembentukan sistem saraf pusat dan fungsi visual atau penglihatan, khususnya untuk DHA. Sedangkan EPA berfungsi sebagai penghantar impuls saraf.
 
Bersama dengan vitamin A dan D, minyak hati ikan cod berguna untuk mendukung perkembangan otak, daya tahan dan pertumbuhan. Selain itu, asam lemak omega-3 juga memiliki efek anti peradangan dan anti penggumpalan darah. 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.