Kompas.com - 04/07/2014, 09:51 WIB
Yogurt ShutterstockYogurt
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -
Saat ini banyak produk yang mengklaim mengandung probiotik, termasuk yogurt dan susu. Bahkan di Amerika Serikat, probiotik ada dalam produk-produk seperti pasta gigi, roti, cokelat, jus, sereal, hingga sedotan.

Bakteri "baik" yang ditambahkan pada produk-produk itu dipercaya dapat meningkatkan nilai yang produk karena menambah manfaat kesehatan bagi tubuh. Lantas, benarkah probiotik pada produk-produk tersebut bisa sepenuhnya berguna bagi sistem pencernaan?

Dr Patricia Hibberd, profesor kedokteran anak di MassGeneral Hospital for Children di Boston mengatakan, menambah probiotik pada makanan tidak lantas membuat produk lebih sehat atau lebih berkualitas tinggi. Bakteri "baik" yang ditambahkan tidak akan memberikan manfaat seperti saat probiotik ada secara alami dalam makanan.

"Terkadang orang terlalu berlebihan menilai manfaat dari probiotik. Padahal produk yang diklaim mengandung probiotik harganya seringkali berlipat lebih mahal daripada produk sejenisnya. Sayang sekali jika produk itu tidak memberikan manfaat yang sesuai dengan harganya," kata Hibberd.

Sebelum Anda membeli produk dengan probiotik, sebaiknya ketahui dulu fakta-fakta ini.

1. Probiotik tidak diatur seperti obat
Karena itulah, suplemen probiotik biasanya cukup aman untuk dikonsumsi. Kendati demikian, produk yang beredar juga perlu mendapatkan izin terlebih dahulu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

2. Punya efek samping
Saat awal-awal mencoba produk probiotik, biasanya orang akan mengalami gas berlebihan di sistem pencernaan dan kembung. Namun biasanya ringan dan akan hilang dalam beberapa hari.

3. Makanan dengan probiotik tidak mengandung jumlah bakteri yang sama
Jumlah bakteri "baik" pada produk makanan tidak sama satu dengan yang lainnya. Jumlah bakteri tergantung pada pengulturan bakteri. Terkadang bahkan bakteri yang ada dalam produk sudah banyak yang mati sehingga produk tidak lagi memberikan manfaat yang optimal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Probiotik tidak selalu aman untuk semua orang
Menurut Hibberd, sebagian orang memang perlu menghindari probiotik. Khususnya orang dengan sistem imun yang lemah atau pasien kanker yang sedang menerima terapi imun.

5. Perhatikan tanggal kedaluwarsa
Bakteri yang hidup pasti akan mati, sehingga sebelum membeli produk probiotik orang perlu mengecek tanggal kedaluwarsa dari produk untuk memperoleh manfaat yang optimal. Beberapa produk juga mencantumkan saran penimpanan seperti perlu disimpan di tempat gelap, dingin, dan tidak terpapar cahaya matahari.

6. Baca label dengan teliti
Jumlah bakteri dalam suatu produk seringkali tidak jelas. Namun jenis bakterinya pasti tercantum dalam label untuk genus dan spesiesnya. Untuk mendapatkan manfaat optimal maka orang perlu mengikuti aturan dosis, frekuensi konsumsi, dan penyimpanannya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X